Indonesia Statistics

Indonesia
80,094
Confirmed
Updated on 15/07/2020 7:22 pm
Indonesia
39,050
Recovered
Updated on 15/07/2020 7:22 pm
Indonesia
3,797
Deaths
Updated on 15/07/2020 7:22 pm

Indonesia Statistics

Indonesia
80,094
Confirmed
Updated on 15/07/2020 7:22 pm
Indonesia
39,050
Recovered
Updated on 15/07/2020 7:22 pm
Indonesia
3,797
Deaths
Updated on 15/07/2020 7:22 pm

12 Kelompok Manusia yang Dikumpulkan di Akhirat

Dr. Zakir Naik Menjelaskan Cara Agar Umat Manusia Hidup Harmonis

Pada ceramah Dr. Zakir Naik di Tokyo Jepang tanggal 8 Oktober 2015, saat sesi tanya-jawab, ada seorang pengusaha Korea yang baru mengetahui tentang Islam....

Dr. Zakir Naik Mendapat 2 Pertanyaan dari Pria Mualaf

Seorang pria muallaf yang baru saja masuk Islam bertanya kepada Dr. Zakir Naik ketika beliau berceramah di Tokyo pada tanggal 7 Oktober 2015. Pria...

Dr. Zakir Naik Jelaskan Mengapa Daging Babi Haram Pada Dokter Jepang

Seorang gadis asal Jepang bernama Mamoko Suzuki yang berprofesi sebagai dokter bertanya kepada Dr. Zakir Naik mengenai alasan dibalik pengharaman daging babi dan meminta...

Kenapa Manusia Sering Ditimpa Masalah dalam Hidupnya? | Dr. Zakir Naik Menjawab

Seorang gadis ateis asal Jepang bertanya kepada Dr. Zakir tentang kenapa Tuhan memberikan kesulitan-kesulitan hidup kepada manusia di dunia ini? Lalu bagaimana pandangan seorang...

Tanggapan Dr. Zakir Naik Mengenai ISIS

Dalam sebuah sesi tanya-jawab ketika Dr. Zakir Naik berada di Tokyo, Jepang, ada sebuah pertanyaan menarik yang diajukan oleh seorang pemuda asal Jepang bernama...

Di hari penghisaban nanti, seluruh umat manusia mulai dari zaman Nabi Adam hingga manusia terakhir yang hidup di muka bumi ini akan dikumpulkan di padang mashyar. Disana, setiap manusia akan dimintai pertanggung jawabannya masing-masing atas apa yang telah mereka perbuat semasa di dunia. Hal penting yang harus menjadi perhatian kita selaku manusia adalah sebagaimana pertanyaan yang diajukan oleh Mu’adz ibn Jabal kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam tentang kebenaran padang mashyar tersebut.

Diriwayatkan, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bercucuran air mata hingga membasahi bajunya ketika ditanya oleh Mu’adz ibn Jabal tentang maksud firman Allah dalam surat An-Naba’: 18, yakni:

“Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kamu datang berkelompok-kelompok.” (Qs. An-Naba’: 18)
Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang dahsyat. Umatku akan dikumpulkan / dibangkitkan di hari kiamat dalam dua belas kelompok. Secara rinci berbagai kelompok itu adalah:

Kelompok pertama dibangkitkan dalam keadaan tanpa tangan dan kaki. Lalu terdengar suara dari Allah: “Mereka ini adalah orang yang waktu di dunia dulu senang mengganggu tetangganya. Maka ini balasannya dan tempat mereka kembali adalah neraka.” Hal ini sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an:

“Dan tetangga yang terkait kerabat dan tetangga asing.” (Qs. An-Nisa’: 36)

Kelompok kedua dibangkitkan dalam keadaan berbentuk babi. Lalu terdengar suara dari Allah: “Mereka ini adalah orang yang waktu di dunia dulu selalu bermalas-malasan melakukan shalat. Maka inilah balasannya dan neraka tempat kembalinya.” Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Celakalah! Mereka yang mengerjakan shalat, yaitu yang lalai dalam shalatnya.” (Qs. Al-Ma’un: 4-5)

Kelompok ketiga dibangkitkan dari kubur dalam keadaan perutnya besar seperti gunung. Yang menyedihkan, di dalam perutnya penuh dengan ular dan kalajengking. Terdengar suara dari Allah: “Mereka ini adalah orang-orang yang waktu di dunia senang menahan (tidak mengeluarkan) zakat. Maka inilah balasannya dan nerakalah tempat kembalinya.” Kebenaran ancaman ini sebagaimana firman Allah:

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkan pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (Qs. At-Taubah: 34)

Kelompok keempat dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan mengalir darah dari mulutnya.  Terhadap kelompok ini kembali terdengar suara yang berasal dari Allah: “Mereka ini adalah orang yang waktu berdagang dahulu senang berdusta. Maka inilah balasan perbuatannya dan neraka adalah sebaik-baik tempatnya kembali.” Dalam Al-Qur’an, Allah telah menyatakan:

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji(nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapatkan bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata kepada mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.” (Qs. Ali Imran: 77)

Di ayat yang lain, Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman:

“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.” (Qs. An-Nisa’: 108)

Kelompok kelima, dibangkitkan dari kubur dalam keadaan berbau busuk yang sangat menyengat. Saking menyengatnya, bahkan baunya dikatakan lebih busuk daripada bangkai. Allah berfirman bahwa itu semua adalah imbalan bagi mereka yang ketika di dunia sering melakukan maksiat tersembunyi karena takut ketahuan orang-orang, akan tetapi mereka tidak takut akan hukuman dari Allah subhanahu wa ta’ala. Maka bagi mereka, nerakalah tempat kembalinya.

Kelompok keenam, dibangkitkan dari kubur dalam keadaan leher terputus. Terhadap kondisi kelompok ini Allah berfirman bahwa itu semua adalah imbalan kepada mereka yang saat di dunia gemar sekali memberikan kesaksian palsu. Karena itulah, balasan tersebut sepadan kepada mereka dan tempat kembali mereka adalah neraka.

Kelompok ketujuh, adalah mereka yang akan dibangkitkan dari kematian dalam keadaan tanpa lidah, sedang dari mulutnya mengalir nanah dan darah. Allah kemudian berfirman bahwa mereka ini adalah orang-orang yang waktu di dunia menolak memberi kesaksian secara jujur dan benar. Maka atas perilaku yang merugikan banyak pihak ini, neraka adalah tempat kembali yang diperuntukkan bagi mereka. Dalam Al-Qur’an, Allah telah menegaskan

“Dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Baqarah[2]: 283)

Kelompok kedelapan adalah sebagian orang yang dibangkitkan dari kubur dalam keadaan kepala tersungkur, sedangkan kedua kakinya berada di atas kepala. Dan yang lebih mengerikan lagi adalah dari kemaluan mereka keluar nanah kotor dan bau bagaikan bengawan. Ancaman dan derita tak terhingga ini akan Allah berikan kepada orang-orang yang saat hidup di dunia ini melakukan zina, sedangkan mereka meninggal dalam keadaan belum bertaubat. Karenannya balasan tersebut adalah sepadan dan nerakalah tempat bagi mereka.  Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Dan janganlah kamu mendekat zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Qs. Al-Isra’: 32)

Kelompok kesembilan, dibangkitkan dari kubur dalam keadaan berwajah hitam. Di samping itu, mata mereka biru dan perut mereka penuh dengan api. Allah menegaskan bahwasanya mereka adalah orang-orang yang sewaktu di dunia memakan harta anak yatim dengan dzalim dan belum sempat bertaubat. Karenanya, hanya nerakalah yang pantas sebagai tempat mereka kembali. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (Qs. An-Nisa’: 10)

Kelompok kesepuluh, adalah sekelompok manusia yang dibangkitkan dari alam kubur dalam keadaan berpenyakit kusta dan sopak. Mereka adalah orang-orang yang saat hidup di dunia mendurhakai kedua orangtua, dan belum bertaubat. Karenanya mereka diberikan hukuman seperti itu dan juga dimasukkan ke dalam neraka. Allah juga telah menegaskan dalam Al-Qur’an agar kita senantiasa berbuat baik kepada kedua orangtua kita. Hal ini sebagaimana firman-Nya:

“…Dan berlaku baiklah terhadap kedua orangtua…” (Qs. An-Nisa’: 36)

Kelompok kesebelas, yaitu mereka dalam kondisi buta hati, giginya seperti tanduk, bibirnya bergelantungan sampai dada, lidanya bergelantungan hingga perut, sedangkan perutnya bergelantungan hingga paha, dan dari perutnya keluar kotoran. Kondisi menyedihkan ini ditimpakan kepada mereka yang sewaktu hidup di dunia menjadi peminum khamar (minuman memabukkan), dan belum sempat bertaubat. Sungguh, balasan ini akan menimpa mereka di akhirat dan mereka akan dimasukkan ke dalam api neraka. Peringatan ini sebagaimana telah dicantumkan dalam Al-Qur’an:

“Hai orang-orang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah (al-azlaam) [1] adalah perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Qs. Al-Maidah: 90)

Kelompok keduabelas, yaitu mereka yang dibangkitkan dari kubur dengan wajah berseri-seri (bercahaya) seperti bulan purnama. Mereka lalu melewati shirat (titihan) laksana kilat menyambar. Kondisi ideal ini diperuntukkan kepada orang-orang yang semasa hidupnya di dunia senantiasa beramal shaleh, meninggalkan maksiat, serta menjaga shalat lima waktu dengan berjama’ah. Mereka juga meninggal dalam keadaan bertaubat. Balasan/ganjaran atas mereka adalah surga, pengampunan, rahmat, dan nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala. Di samping mereka ridha dengan keesaan Allah, maka Allah pun ridha kepada mereka. Allah telah berfirman tentang ini dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami Allah”, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan oleh Allah kepadamu.’” (Qs. Fushshilat: 30)
Referensi: Saifulloh dan Abu Shofia (2003). Menyingkap Tabir Alam Malaikat. Surabaya: Karya Agung

[1] Al-Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. Orang Arab jahiliyah menggunakan anak panah yang belum memakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak.

Caranya adalah: Mereka mengambil iga buah anak panah yang belum pakai bulu. Setelahnya, ditulis masing-masing yaitu dengan kata “lakukanlah”, “jangan lakukan”, sedangkan yang ketiga tidak ditulis apa-apa. Kemudian ketiga anak panah itu diletakkan dalam sebuah wadah dan disimpan di dalam Ka’bah. Bila hendak melakukan suatu perbuatan, maka mereka meminta supaya juru kunci Ka’bah mengambil sebuah anak panah dari wadah itu. Terserah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. Kalau yang terambil adalah anak panah yang tidak ada tulisannya, maka undian dilakukan sekali lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Abu Bakar Ash-Shiddiq di Tengah Masyarakat Madinah, Beberapa Sifat dan Keutamaannya

Kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam masyarakat Madinah penuh dengan nilai-nilai yang bisa menjadi pelajaran, ibrah, dan keteladanan. Kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq di...

Serangan Massal Terhadap Kaum Murtad

Banyak macam sarana dan cara yang digunakan untuk melawan dan menghadapi kaum murtad. Kaum muslimin yang masih berpegang teguh pada Islam memiliki peranan besar...

Abu Bakar Ash-Shiddiq di Medan Jihad

Para sejarahwan dan ilmuan sirah menuturkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq ikut bersama-sama Rasulullah dalam Perang Badar dan dalam berbagai pertempuran semuanya, tanpa pernah absen...

Artikel Terkait

Rezeki

Kewajiban Mencari Harta Halal Setiap orang tentu ingin kehidupan di dunia berjalan normal. Setidaknya ia bisa memenuhi kebutuhan dasarnya...

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...