Indonesia Statistics

Indonesia
78,572
Confirmed
Updated on 15/07/2020 1:14 am
Indonesia
37,636
Recovered
Updated on 15/07/2020 1:14 am
Indonesia
3,710
Deaths
Updated on 15/07/2020 1:14 am

Indonesia Statistics

Indonesia
78,572
Confirmed
Updated on 15/07/2020 1:14 am
Indonesia
37,636
Recovered
Updated on 15/07/2020 1:14 am
Indonesia
3,710
Deaths
Updated on 15/07/2020 1:14 am

Beribadahlah Karena Ingin Surga dan Takut Neraka

Tanggapan Dr. Zakir Naik Mengenai ISIS

Dalam sebuah sesi tanya-jawab ketika Dr. Zakir Naik berada di Tokyo, Jepang, ada sebuah pertanyaan menarik yang diajukan oleh seorang pemuda asal Jepang bernama...

Dr. Zakir Naik Mendapat 2 Pertanyaan dari Pria Mualaf

Seorang pria muallaf yang baru saja masuk Islam bertanya kepada Dr. Zakir Naik ketika beliau berceramah di Tokyo pada tanggal 7 Oktober 2015. Pria...

Kenapa Allah Tidak Membuat Semua Manusia Menjadi Muslim? Dr. Zakir Naik Menjawab

Melanjutkan pertanyaan Yoko kepada Dr. Zakir Naik yang telah ditulis pada artikel sebelumnya (baca: Apakah Perjalanan Isra' Mi'raj Adalah Kisah Bohong?), wanita Jepang ateis...

Apakah Kisah Isra’ Mi’raj Hanya Dongeng Belaka? Dr. Zakir Naik Menjawab

Pada ceramah Dr. Zakir Naik di Tokyo pada bulan Oktober 2015, seorang wanita Jepang ateis bernama Yoko dengan berani mengatakan bahwa Nabi Muhammad shalallahu...

Apakah Al-Qur’an Melarang Penggunaan Senjata Nuklir? Dr. Zakir Naik Menjawab

Pada saat Dr. Zakir Naik berceramah di Jepang tanggal 8 November 2015 yang lalu, ada sebuah pertanyaan unik yang diajukan oleh seorang guru asal...

Sering kita temukan orang mengutip perkataan tokoh sufi perempuan Rabi’ah al-‘Adawiyah yang menyatakan kemurnian cintanya kepada Allah, sehingga dia berkata apabila ibadahnya didasari ketakutan akan neraka maka dia menyatakan biarlah masuk neraka, sebaliknya jika itu dilakukannya karena ingin masuk surga maka dia meminta untuk dijauhkan dari surga. Perkataan ini seolah-olah menunjukkan bagaimana murninya cinta Rabi’ah kepada Allah, cinta yang tidak mengharapkan suatu imbalan-pun kecuali balasan cinta dari Allah. Kelihatannya ini kemudian menjadi inspirasi dari syair lagu yang dibawakan oleh Chrisye dan Ahmad Dhani ;”Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau bersujud kepada-Nya..”.

Perlu diketahui bahwa Allah menciptakan surga dan neraka bukan atas ‘pesanan’ manusia, misalnya ketika Dia menciptakan makhluk yang bernama manusia, lalu terjadi suatu ‘kesepakatan’, si manusia berkata :”Oke..Tuhan.., saya telah diciptakan dari ketiadaan dengan tugas semata-mata untuk menyembah Engkau, maka saya minta apabila saya berhasil menjadi hamba-Mu maka Engkau harus memberikan imbalan berupa surga, dan jika saya gagal maka silahkan menjebloskan saya ke neraka”. Surga dan neraka diciptakan Allah karena Dia mengetahui tentang diri kita melebihi pengetahuan kita terhadap diri kita sendiri, jadi jangan ‘sok tahu’ sekalipun mungkin dimaksudkan untuk menunjukkan keikhlasan kita dalam penyembahan kepada Allah.

Berikutnya, saya lihat ada kesalahan dalam menafsirkan soal surga dan neraka, seakan-akan mau menyatakan keduanya adalah ‘lokasi’ yang bersifat netral, padahal surga dan neraka bisa juga merupakan suatu ‘kondisi’. Allah menginformasikan lewat Al-Qur’an bahwa kelak di akherat kita hanya menghadapi 2 hal, kalau tidak surga, yaa neraka, di surga kita menerima limpahan rahmat dan kasih-sayang Allah, sebaliknya di neraka yang ada hanya kemurkaan Allah. Tidak ada rahmat dan kasih sayang Allah di neraka, demikian pula sebaliknya, tidak ada kemurkaan-Nya di surga. Neraka bukanlah diibaratkan seperti gubuk reyot lalu kita berkata :”Tidak apa-apa tinggal di gubuk reyot juga, asal hidup bahagia..”, neraka identik dengan kemurkaan Allah, maka tidak mungkin kita lalu berkata :”Tidak apa-apa dimurkai Allah juga di neraka, asal dicintai-Nya..”, bahasa apaan tuh…!!!??

Maka lakukanlah ibadah penyembahan kepada Allah sekaligus berharap surga-Nya, itulah sikap kita seharusnya sesuai apa yang diinginkan Allah..

Sumber: hikmah.muslim-menjawab.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Pelajaran, Kesimpulan, dan Faidah dari Perang Menumpas Orang-orang Murtad

Terwujudnya Syarat-syarat Kejayaan Umat, Sebab-sebabnya, Pengaruh Syariat Allah dan Sifat-sifat Mujahidin a. Terwujudnya Syarat-syarat Kejayaan Umat

Abu Bakar Ash-Shiddiq di Medan Jihad

Para sejarahwan dan ilmuan sirah menuturkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq ikut bersama-sama Rasulullah dalam Perang Badar dan dalam berbagai pertempuran semuanya, tanpa pernah absen...

Kehidupan Umar dan Masanya

Sesungguhnya pembicaraan tentang kehidupan Umar dan masanya lebih luas untuk dikaji dalam satu disertasi, terlebih dalam sub kajian dalam pasal pengantar seperti...

Artikel Terkait

Rezeki

Kewajiban Mencari Harta Halal Setiap orang tentu ingin kehidupan di dunia berjalan normal. Setidaknya ia bisa memenuhi kebutuhan dasarnya...

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...