Apakah Agama Tuhan (Bagian Ketiga)

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal Apa, bahas Agama Tuhan lagi? Ya iya dong, kenapa nggak? Soalnya masih ada yang bisa dijadikan pelajaran. @zuhairimisrawi: “Dulu saat kuliah di al-Azhar Kairo, seorang pastur bertanya kepada saya: apakah Tuhan beragama? Saya diam, sejak itu saya tercerahkan…” Pangkal diskusinya masih sama, yaitu pada tweet lucu yang satu ini.Lanjutkan membaca

Apakah Agama Tuhan? (Bagian Kedua)

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal Saya ingin melanjutkan kembali artikel singkat beberapa hari yang lalu tentang Agama Tuhan. Diskusinya berawal dari tweet yang ini. @zuhairimisrawi: “Dulu saat kuliah di al-Azhar Kairo, seorang pastur bertanya kepada saya: apakah Tuhan beragama? Saya diam, sejak itu saya tercerahkan…” Sebelumnya saya sudah membahas kerancuan utama dalam pertanyaan “ApakahLanjutkan membaca

Apakah Agama Tuhan? (Bagian Pertama)

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal Ada hal menarik yang menjangkiti kalangan Islam liberal. Mereka suka dengan apapun yang ‘baru’. Apa pun yang terlihat baru, akan mereka anggap revolusioner. Padahal hanya TERLIHAT baru. Sesuatu yang terlihat baru bisa jadi sebenarnya sama sekali tidak baru, hanya saja kita belum pernah melihatnya. Orang memang akan mudah bingungLanjutkan membaca

Apakah Ad Hominem Bertentangan dengan Islam?

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal Kita hidup di masa ketika peradaban Islam sedang terpuruk. Harus kita akui, keterpurukan ini membuat banyak Muslim kehilangan orientasi. Mereka yang ‘kalah’ memandang ‘para pemenang’ dengan semacam ketakjuban. Saya memberi tanda kutip pada kata “kalah” dan frase “para pemenang” karena kalah dan menang memang kadang samar. Sebagai contoh, jikaLanjutkan membaca

Tentang Surah al-Kafirun

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal Beberapa waktu yang lalu, ada debat tentang pluralisme. Yang jadi bahan debat adalah tulisan ini: “Oleh karenanya saya dapat menyimpulkan bahwa Pluralisme tidak akan berbanding lurus dengan kehilangan iman, dan kesiapan seorang muslim untuk mengakui kebenaran agama orang lain tidak harus menghilangkan kebenaran agamanya sendiri (Islam). Komen awalnya begini.Lanjutkan membaca

Islam Liberal yang Akar Rumput

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal Kalau saya lihat-lihat nih, di kalangan Islam liberal yang akar rumput (ilmunya dangkal) itu banyak yang ‘tiba-tiba cendekiawan’. Yang akar rumput ya, bukan yang elit. Kecenderungannya begitu. Banyak yang dari SD, SMP, sampai SMA gak menonjol, lalu aktif diskusi Islam liberal ketika kuliah dan tiba-tiba berlagak cendekiawan. Dari SDLanjutkan membaca

Kontrakdiksi Ucapan Tokoh-tokoh Islam Liberal

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal Saya mulai dengan sebuah pertanyaan dari seorang teman: “Kenapa sih yang membantah Islam liberal justru kebanyakan orang sains?” Jawaban saya simpel saja: “Karena orang sains terbiasa mendeteksi kontradiksi”. Saya gunakan sebuah soal matematika sebagai contoh: Apakah x^2 / x = x? (x^2 maksudnya x pangkat 2). Banyak orang menjawab:Lanjutkan membaca

Kaum Liberalis Berusaha Mendekonstruksi Pancasila

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal Mari ngobrol sebentar tentang pancasila. Sudah hafal pancasila kan? Gampang sekali menghafalnya. Walaupun sejak dulu sudah dinyatakan sebagai Dasar Negara RI, namun debat tentang pancasila masih tetap ada. Sebagian orang sampai detik ini menganggap pancasila sebagai barang haram, karena bukan ajaran Islam. Dulu, para legislator dari Masyumi pernah mengajukanLanjutkan membaca

Akhlaq Hina

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal Hari ini saya agak banyak membicarakan komen-komen tak beradab yang contohnya diambil dari Timeline Twitter. Ada beberapa komen yang membuat saya merasa perlu meluruskan sedikit, supaya logikanya jelas. Pertama, background-nya memang soal pilkada yang bikin heboh. Tapi yang saya bicarakan bukan itu. Yang saya bicarakan adalah perilaku hinanya. ApalagiLanjutkan membaca

Tolak Pernikahan Beda Agama

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal Belum lama ini, muncul wacana judicial review untuk pasal 2 ayat 1, UU nomor 1 tahun 1975 tentang UU Perkawinan. Sederhananya, dapat dikatakan bahwa sekarang ini ada wacana legalisasi Pernikahan Beda Agama (PBA). Sebenarnya ini ‘masalah biasa’ saja, tapi dibuat bombastis oleh media massa, termasuk media massa asing. ArgumenLanjutkan membaca

Obrolan Seputar Filsafat Busuk

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal Dari kemarin sudah berusaha nahan, sambil menunggu kereta bolehlah saya bahas dikit soal filsafat busuk. Beberapa waktu yang lalu, suasana dibuat riuh oleh ulah segelintir mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN SA, Surabaya. Dalam acara penerimaan mahasiswa baru, muncul sebuah tema besar: “Tuhan Membusuk.” Jelas, banyak yang marah. BerikutLanjutkan membaca

Sekuler Inlander (Sekuler Kampungan) Bagian Kedua

Ternyata banyak yang darah tinggi karena artikel Sekuler Inlander kemarin. Lanjutin lagi aah… Bahasan soal Sekuler Inlander ini menarik, karena sudah dari dulu saya amati bahwa mereka ini memang berlebihan dalam ‘ber-sekuler ria’. Ketika mereka berusaha mengomentari artikel Sekuler Inlander, malah makin jelas kelihatan mental inlander-nya (kampungannya). Tanggapan tipikal nih: “Jangan menilai orang dari tatoLanjutkan membaca

Tentang Rezim Sekuler

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal Menurut Prof Al-Attas, sekularisme mengandung 3 unsur: Disenchantment of nature, deconsecration of politics, dan desacralization of values. Dari ketiga unsur ini, kita dapat melihat bahwa sekularisme adalah ideologi yang anti agama; anti dengan yang sakral-sakral. Dengan kata lain, sekularisme itu adalah sikap ‘yang penting jangan dari agama.’ Ini adalahLanjutkan membaca

Seputar Ghazwul Fikriy

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal Saya pernah menjadi narasumber di Radio Dakta. Temanya tentang sikap aktivis dakwah terhadap Ghazwul Fikriy. Sebagian dari yang saya sampaikan di situ sudah tercantum dalam buku Islam Liberal 101. Arti dari Ghazwul Fikriy kurang lebih adalah Perang Pemikiran. Keterlaluan kalau ada aktivis dakwah yang tidak tahu Ghazwul Fikriy. SebagianLanjutkan membaca

Tentang Palestina

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal Pada bulan Ramadhan 2014 lalu, perhatian kita kembali tertuju kepada saudara-saudara kita di Palestina.  Di Bulan Suci Ramadhan ini, sementara kita beribadah dengan tenang, saudara-saudara kita di Palestina tidak merasakan hal yang sama. Menjelang Ramadhan tahun 2014, santer terdengar kabar rujuknya Hamas dan Fatah. Bagi umat Muslim, ini adalahLanjutkan membaca