Indonesia Statistics

Indonesia
80,094
Confirmed
Updated on 15/07/2020 7:22 pm
Indonesia
39,050
Recovered
Updated on 15/07/2020 7:22 pm
Indonesia
3,797
Deaths
Updated on 15/07/2020 7:22 pm

Indonesia Statistics

Indonesia
80,094
Confirmed
Updated on 15/07/2020 7:22 pm
Indonesia
39,050
Recovered
Updated on 15/07/2020 7:22 pm
Indonesia
3,797
Deaths
Updated on 15/07/2020 7:22 pm

Dikala Rasulullah Menangis

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Konfusianisme

Seorang pemuda Korea yang bekerja pada biro perjalanan bertanya kepada Dr. Zakir Naik. Nama pemuda Korea itu adalah Kim. Sebagai seorang penganut Konfusianisme, dia...

Dr. Zakir Naik Jelaskan Mengapa Daging Babi Haram Pada Dokter Jepang

Seorang gadis asal Jepang bernama Mamoko Suzuki yang berprofesi sebagai dokter bertanya kepada Dr. Zakir Naik mengenai alasan dibalik pengharaman daging babi dan meminta...

Kenapa Manusia Sering Ditimpa Masalah dalam Hidupnya? | Dr. Zakir Naik Menjawab

Seorang gadis ateis asal Jepang bertanya kepada Dr. Zakir tentang kenapa Tuhan memberikan kesulitan-kesulitan hidup kepada manusia di dunia ini? Lalu bagaimana pandangan seorang...

Kenapa Allah Tidak Membuat Semua Manusia Menjadi Muslim? Dr. Zakir Naik Menjawab

Melanjutkan pertanyaan Yoko kepada Dr. Zakir Naik yang telah ditulis pada artikel sebelumnya (baca: Apakah Perjalanan Isra' Mi'raj Adalah Kisah Bohong?), wanita Jepang ateis...

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Charles Darwin dan Teori Evolusi

Seorang mahasiswa Jepang bernama Takuya Nishikawa, berumur 20 tahun, dan berasal dari Tokyo, bertanya kepada Dr. Zakir Naik tentang apakah manusia benar-benar berevolusi dari...

Banyak sekali kita jumpai di antara kita orang-orang yang menangis, baik laki-laki maupun perempuan. Menangis adalah sesuatu yang alami dan menjadi bagian dari diri manusia. Namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana seharusnya menangis dan untuk apa kita menangis. Menangis tidak sekadar mengeluarkan air mata, melainkan tujuannya harus jelas. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa di zaman sekarang, seringkali orang-orang mengeluarkan air mata untuk tujuan yang tidak tepat. Misalnya kita lihat di televisi dimana anak-anak muda menangis hanya karena mereka tidak bisa berjumpa dengan para selebriti pujaan mereka, atau mereka menangis karena tidak bisa mendapatkan tanda tangan idola mereka. Atau ada juga orang yang menangis ketika tim olahraga kesayangannya kalah dalam sebuah partai final perebutan juara. Hal-hal seperti ini sebenarnya tidak perlu untuk ditangisi.

Lalu bagaimana dengan Nabi Muhammad sendiri? Ternyata Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam pun seringkali menangis. Padahal kalau beliau mau, dunia ini ada di genggamannya. Sedangkan di surga, beliau berada di tingkat yang paling tinggi. Jadi untuk apa beliau menangis? Tangisan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam adalah tangisan seorang hamba yang tunduk dan bersyukur kepada Allah subhanahuu wa ta’ala. Beliau menangis ketika berdo’a, shalat, atau pada saat membaca Al-Qur’an. Getaran hati karena khusyuk dan rindu kepada Allah mampu membuat air matanya mengalir. Ayat-ayat Al-Qur’an membuat hati beliau bergetar. Hal ini dikarenakan hati beliau telah menyatu dengan ma’rifatullah (sangat dekat kepada Allah karena merasa diawasi).

Diriwayatkan dari Muthrif bin Abdullah bahwa bapaknya berkata,

“Aku pernah mendatangi Rasulullah, waktu itu aku dapati beliau sedang shalat. Dan aku mendengar tangisannya seperti orang merintih.” (H.R. Abu Daud)
Abdullah ibn Mas’ud berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam berkata kepadaku, ‘Bacakanlah kepadaku Al-Qur’an.’ Aku pun menjawab, ‘Ya Rasulullah, aku membacakan Al-Qur’an kepadamu, sedangkan ia diturunkan kepadamu?’ Rasulullah kemudian berkata, ‘Aku ingin mendengarnya dari orang lain.’ Maka kubaca surat an-Nisa’. Ketika bacaanku sampai pada ayat, “Dan Kami datang kepadamu sebagai saksi atas mereka (Qs. An-Nisa’: 41), aku melihat air mata Rasulullah berjatuhan dalam isak tangis.” (H.R. Bukhari)

Karena seringnya Rasulullah menangis saat membaca Al-Qur’an, maka helai-helai jenggot beliau memutih (beruban). Ketika ditanya oleh Abu Bakar, beliau pun menjawab, “Surat Huud, al-Waqi’ah, al-Mursalaat, an-Naba’, dan at-Takwir, semuanya telah membuatku ubanan.” (H.R. Tirmidzi)
Demikianlah tangisan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Sebuah tangisan yang mulia karena tangisan tersebut dikarenakan hatinya selalu mengingat kebesaran dan keagungan Allah. Tangisnya tentu bernilai sangat mahal di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Semoga kita juga bisa mencontoh pribadi Rasulullah, dimana hati kita bisa luluh dan bergetar ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur’an dibacakan.

Saya menyarankan agar para membaca juga melihat artikel-artikel lainnya tentang Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam. Hal ini dimaksudkan agar kita lebih mengenal pribadi beliau sehingga tumbuhlah rasa cinta kepada beliau.

Referensi: Abdul Malik Ibnu M. al-Qasim (2000). Sehari di Rumah Rasulullah. Jakarta: Gema Insani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Kehidupan Umar dan Masanya

Sesungguhnya pembicaraan tentang kehidupan Umar dan masanya lebih luas untuk dikaji dalam satu disertasi, terlebih dalam sub kajian dalam pasal pengantar seperti...

Abu Bakar Ash-Shiddiq di Medan Jihad

Para sejarahwan dan ilmuan sirah menuturkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq ikut bersama-sama Rasulullah dalam Perang Badar dan dalam berbagai pertempuran semuanya, tanpa pernah absen...

Serangan Massal Terhadap Kaum Murtad

Banyak macam sarana dan cara yang digunakan untuk melawan dan menghadapi kaum murtad. Kaum muslimin yang masih berpegang teguh pada Islam memiliki peranan besar...

Artikel Terkait

Rezeki

Kewajiban Mencari Harta Halal Setiap orang tentu ingin kehidupan di dunia berjalan normal. Setidaknya ia bisa memenuhi kebutuhan dasarnya...

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...