Indonesia Statistics

Indonesia
80,094
Confirmed
Updated on 15/07/2020 7:22 pm
Indonesia
39,050
Recovered
Updated on 15/07/2020 7:22 pm
Indonesia
3,797
Deaths
Updated on 15/07/2020 7:22 pm

Indonesia Statistics

Indonesia
80,094
Confirmed
Updated on 15/07/2020 7:22 pm
Indonesia
39,050
Recovered
Updated on 15/07/2020 7:22 pm
Indonesia
3,797
Deaths
Updated on 15/07/2020 7:22 pm

Kelembutan Rasulullah Pada Anak-Anak

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Charles Darwin dan Teori Evolusi

Seorang mahasiswa Jepang bernama Takuya Nishikawa, berumur 20 tahun, dan berasal dari Tokyo, bertanya kepada Dr. Zakir Naik tentang apakah manusia benar-benar berevolusi dari...

Dr. Zakir Naik Jelaskan Mengapa Daging Babi Haram Pada Dokter Jepang

Seorang gadis asal Jepang bernama Mamoko Suzuki yang berprofesi sebagai dokter bertanya kepada Dr. Zakir Naik mengenai alasan dibalik pengharaman daging babi dan meminta...

Dr. Zakir Naik Menjawab Pertanyaan Cerdas Pemuda Ateis

Siapa yang tidak kenal dengan Dr. Zakir Naik? Ulama perbandingan agama asal India ini lagi-lagi memukau penonton dengan pengetahuannya yang luar biasa tentang ilmu sains....

Kenapa Manusia Sering Ditimpa Masalah dalam Hidupnya? | Dr. Zakir Naik Menjawab

Seorang gadis ateis asal Jepang bertanya kepada Dr. Zakir tentang kenapa Tuhan memberikan kesulitan-kesulitan hidup kepada manusia di dunia ini? Lalu bagaimana pandangan seorang...

Apakah Al-Qur’an Melarang Penggunaan Senjata Nuklir? Dr. Zakir Naik Menjawab

Pada saat Dr. Zakir Naik berceramah di Jepang tanggal 8 November 2015 yang lalu, ada sebuah pertanyaan unik yang diajukan oleh seorang guru asal...

Hati yang keras yang tidak mengenal kasih sayang dan cinta adalah batu karang. Hati yang lembut adalah hati penuh cinta, penuh kasih sayang, dan pengertian kepada siapapun. Hati yang keras bisa dilatih agar menjadi lembut. Kelembutan hatiadalah hati idaman setiap manusia, dambaan setiap makhluk yang penuh rindu. Seseorang dengan pribadi yang lembut senantiasa menunjukkan cinta kasih kepada sesama. Anas berkata,

“Rasulullah selalu mengambil dan merangkul putranya, Ibrahim, lalu mengecup dan menciumnya.” (H.R. Muslim)

Kasih sayang beliau tidak terbatas pada keluarganya saja, melainkan pada semua orang, termasuk anak-anak tetangga dan seluruh Sahabat. Berkata Asma binti Umais istri ja’far bin Abi Thalib yang tewas di perang Mut’ah, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam masuk ke dalam rumahku dan memanggil anak-anak Ja’far. Aku melihat beliau mencium mereka. Lalu air matanya berjatuhan. Aku bertanya, ‘Apakah ada kabar tentang Ja’far suamiku?’ Beliau menjawab, ‘Ya, dia gugur pada hari ini.’ Lalu kami pun menangis. Lalu beliau pulang dan berkata pada orang-orang, ‘Buatlah makanan untuk kelarga Ja’far karena mereka ditimpa sesuatu.’” (H.R. Ibnu Said, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Dan ketika air mata beliau masih meleleh karena kematian sahabatnya, ditanya oleh Sa’ad bin Ubadah, ‘Apa ini wahai Rasulullah?’ Beliau berkata, ‘Air mata ini adalah rahmat yang diberikan Allah ke dalam hati hamba-Nya. Allah hanya mengasihi orang yang mengasihi orang lain.’” (H.R. Bukhari)

Ketika air mata Rasulullah berjatuhan di waktu putranya, Ibrahim meninggal dunia, Abdur Rahman bin Auf heran, “Anda menangis wahai Rasulullah?” Beliau berkata, “Wahai bin Auf, ini adalah rahmat bagi orang yang mengikutinya dengan yang lain. Sesungguhnya mata bisa menangis, hati berduka, dan kita tidak berkata kecuali yang diridhai Allah, sungguh kami sangat sedih ditinggalkan olehmu wahai Ibrahim.” (Muttafaq ‘alaih)

Di zaman sekarang, sulit kita mengasihi anak kecil, padahal mereka adalah generasi penerus kita. Kita berikan pada mereka segala sesuatu kecuali kasih sayang dan kemesraan. Kita buang kunci hati kita terhadap mereka.

Anas bin Malik, kalau kebetulan lewat dan bertemu dengan anak-anak kecil, mengucap salam kepada mereka. Dia berkata, “Ini selalu dilakukan oleh Rasulullah.” (H.R. Bukhari) Anak-anak kecil memang nakal dan manja. Ini hal yang biasa. Namun, Rasulullah tidak pernah marah kepada mereka atau membentak atau menghardik mereka.

Aisyah radiyallahu ‘anha berkata, “Sekelompok anak kecil dibawa ke hadapan Rasulullah, lalu beliau berdo’a dan menggendong anak kecil itu. Lalu anak itu pipis membasahi baju beliau. Lalu beliau minta air dan disiramkan ke bajunya.” (H.R. Bukhari)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bercanda dengan cucunya, Hasan bin Ali sambil menjulurkan lidahnya sehingga kelihatan merahnya. Hasan pun tertawa. [1]

Anas berkata,

“Rasulullah mencandai anak kecil, Zainab putri Ummi Salamah, sambil berkata manja, ‘Wahai Zuwainab, Zuwainab, wahai Zuwainab (panggilan sayang).” [2]

Sampai-sampai walaupun di waktu shalat, beliau masih memperhatikan kasih sayang terhadap anak kecil. Pernah beliau shalat sambil menggendong Umamah putri Zainab (cucu beliau). Dan pada saat beliau bersujud, Umamah didudukkan di sampingnya. (H.R. Bukhari)

Mahmud ibnur Rabi meriwayatkan, “Ketika aku masih berumur 5 tahun, aku ingat Rasulullah menyemburkan air ke wajahku dari sebuah sumur di rumahku.” (H.R. Muslim)

Beliau juga suka memberi pelajaran kepada anak kecil. Ibnu Abbas berkata, “Suatu hari aku berada di belakang Rasulullah. Lalu Rasulullah berkata, ‘Hai anak, kuajarkan kamu beberapa kalimat, jagalah Allah maka Dia akan menjagamu. Jagalah Allah maka Dia berada di depanmu. Kalau kamu minta sesuatu, mintalah kepada Allah. Dan jika kamu minta tolong, minta tolonglah kepada Allah.’” (H.R. Tirmidzi)

Mari kita sayangi anak kecil karena ini adalah teladan dari Rasulullah, mari jadikan rumah kita sebagai tempat bermain dan belajar bagi mereka, sebagai tempat yang teduh bagi mereka sehingga mereka kelak bisa menjadi pemimpin-pemimpin yang shaleh.

Referensi: Abdul Malik Ibnu M. al-Qasim (2000). Sehari di Rumah Rasulullah. Jakarta: Gema Insani

  • As-Silsilah ash-Shahihah no. 70.
  • As-Silsilah ash-Shahihah no. 2141.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Musailamah Al-Kadzdzab dan Bani Hanifah

Mengenal Musailamah Dia adalah Musailamah bin Tsumamah bin Kabir bin Hubaib Al-Hanafi Abu Syamah. Dia adalah seorang yang mengaku...

Penaklukan Irak

Strategi Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam Penaklukan Irak Tidak berselang lama setelah selesai perang terhadap orang-orang yang murtad dan...

Artikel Terkait

Rezeki

Kewajiban Mencari Harta Halal Setiap orang tentu ingin kehidupan di dunia berjalan normal. Setidaknya ia bisa memenuhi kebutuhan dasarnya...

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...