Indonesia Statistics

Indonesia
76,981
Confirmed
Updated on 14/07/2020 11:10 am
Indonesia
36,689
Recovered
Updated on 14/07/2020 11:10 am
Indonesia
3,656
Deaths
Updated on 14/07/2020 11:10 am

Indonesia Statistics

Indonesia
76,981
Confirmed
Updated on 14/07/2020 11:10 am
Indonesia
36,689
Recovered
Updated on 14/07/2020 11:10 am
Indonesia
3,656
Deaths
Updated on 14/07/2020 11:10 am

Kenapa Umat Muslim Mengikuti Kalender Hijriyah, Bukan Kalender Masehi?

Kenapa Allah Tidak Membuat Semua Manusia Menjadi Muslim? Dr. Zakir Naik Menjawab

Melanjutkan pertanyaan Yoko kepada Dr. Zakir Naik yang telah ditulis pada artikel sebelumnya (baca: Apakah Perjalanan Isra' Mi'raj Adalah Kisah Bohong?), wanita Jepang ateis...

Apakah Kisah Isra’ Mi’raj Hanya Dongeng Belaka? Dr. Zakir Naik Menjawab

Pada ceramah Dr. Zakir Naik di Tokyo pada bulan Oktober 2015, seorang wanita Jepang ateis bernama Yoko dengan berani mengatakan bahwa Nabi Muhammad shalallahu...

Dr. Zakir Naik Mendapat 2 Pertanyaan dari Pria Mualaf

Seorang pria muallaf yang baru saja masuk Islam bertanya kepada Dr. Zakir Naik ketika beliau berceramah di Tokyo pada tanggal 7 Oktober 2015. Pria...

Dr. Zakir Naik Menjawab Pertanyaan Cerdas Pemuda Ateis

Siapa yang tidak kenal dengan Dr. Zakir Naik? Ulama perbandingan agama asal India ini lagi-lagi memukau penonton dengan pengetahuannya yang luar biasa tentang ilmu sains....

Kenapa Manusia Sering Ditimpa Masalah dalam Hidupnya? | Dr. Zakir Naik Menjawab

Seorang gadis ateis asal Jepang bertanya kepada Dr. Zakir tentang kenapa Tuhan memberikan kesulitan-kesulitan hidup kepada manusia di dunia ini? Lalu bagaimana pandangan seorang...

Pertanyaan:

Mengapa umat Islam mengikuti kalender hijriyah (berdasarkan peredaran bulan), bukan kalender masehi (berdasarkan peredaran matahari)?

Jawaban:

Kalender Hijriyah atau Kalender Islam adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam dalam menentukan tanggal / bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya dalam Islam. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini merupakan tahun dimana terjadinya peristiwa hijrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam dari Mekkah ke Madinah, yaitu pada tahun 622 Masehi. Di berbagai negara yang berpenduduk mayoritas Muslim, Kalender Hijriyah menjadi acuan sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Hijriyah dihitung berdasarkan peredaran bulan. Hal ini berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran Matahari.

Perbedaan lainnya antara kedua kalender ini adalah perhitungan dalam permulaan sebuah hari. Dalam Kalender Masehi, sebuah tanggal dan hari dimulai pada pukul 00.00 dini hari waktu setempat. Sedangkan dalam sistem Kalender Hijriah, sebuah hari dan tanggal dimulai ketika matahari mulai terbenam (pada waktu Maghrib) di tempat tersebut.

Selain itu, dalam kalender masehi, musim-musim yang ada selalu jatuh dalam bulan yang sama setiap tahunnya. Misalnya, musim panas di India selalu jatuh pada bulan Maret, April, dan Mei. Sementara itu musim hujan selalu jatuh pada bulan Juli, Agustus, dan September di India Barat. Sedangkan musim dingin selalu terjadi pada bulan November, Desember, dan Januari.
Sedangkan dalam kalender hijriyah, setiap bulan memiliki musim yang berbeda-beda setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan setiap tahunnya, kalender hijriyah lebih pendek kira-kira 11 hari dibandingkan kalender masehi. Dengan demikian, setiap tahunnya, bulan dalam kalender hijriyah lebih cepat 11 hari dibandingkan dengan kalender masehi. Dengan demikian, dalam rentang waktu sekitar 33 tahun hijriyah, umat manusia akan mengalami semua musim untuk satu bulan tertentu dalam kalender hijriyah. Hal ini sangat penting karena kegiatan tahunan dari umat Islam didasarkan pada kalender hijriyah. Bulan-bulan tertentu seperti bulan Ramadhan dan bulan haji sangat penting bagi umat Islam. Selama Ramadhan, seorang Muslim harus berpuasa menahan lapar dan dahaga mulai dari matahari terbit sampai terbenam. Jika bulan Islam berdasarkan kalender masehi di mana musim-musim yang ada jatuh pada bulan yang tetap, maka orang-orang yang tinggal di belahan dunia lainnya akan terus berpuasa Ramadhan di musim panas, sementara Muslim yang berada di belahan bumi lainnya akan terus berpuasa di musim dingin. Sebagian Muslim harus berpuasa untuk jangka waktu yang lebih lama di negeri yang memiliki hari-hari yang panjang, sementara Muslim lainnya berpuasa selama periode waktu yang lebih pendek di negeri yang memiliki hari-hari yang pendek. Jika musimnya tidak berubah, maka umat Islam yang tinggal di beberapa negara kemungkinan akan merasa bahwa mereka merasa dirugikan di sepanjang hidup mereka.

Dengan mengikuti kalender hijriyah, setiap Muslim di seluruh dunia menjadi merasakan puasa di berbagai musim dengan jangka waktu yang berbeda-beda, dalam rentang waktu sekitar 33 tahun masa hidupnya.

Referensi: irf.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Serangan Massal Terhadap Kaum Murtad

Banyak macam sarana dan cara yang digunakan untuk melawan dan menghadapi kaum murtad. Kaum muslimin yang masih berpegang teguh pada Islam memiliki peranan besar...

Meninggalnya Rasulullah dan Sikap Saqifah Bani Sa’idah

Meninggalnya Rasulullah Sesungguhnya ruh yang suci, bersih, dan jernih mampu menangkap sebagian hal yang tersembunyi di balik tirai ghaib dengan...

Hijrah Abu Bakar Ash-Shiddiq ke Madinah Bersama Rasulullah

Kaum kafir Quraisy begitu keras dalam melancarkan teror, intimidasi, dan penindasan terhadap kaum muslimin. Maka, di antara mereka ada yang hijrah ke tanah Habasyah...

Artikel Terkait

Rezeki

Kewajiban Mencari Harta Halal Setiap orang tentu ingin kehidupan di dunia berjalan normal. Setidaknya ia bisa memenuhi kebutuhan dasarnya...

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...