Indonesia Statistics

Indonesia
25,773
Confirmed
Updated on 31/05/2020 12:30 am
Indonesia
7,015
Recovered
Updated on 31/05/2020 12:30 am
Indonesia
1,573
Deaths
Updated on 31/05/2020 12:30 am

Indonesia Statistics

Indonesia
25,773
Confirmed
Updated on 31/05/2020 12:30 am
Indonesia
7,015
Recovered
Updated on 31/05/2020 12:30 am
Indonesia
1,573
Deaths
Updated on 31/05/2020 12:30 am

Kisah Abdullah ibn Mubarak dan Seorang Tukang Sepatu

Tanggapan Dr. Zakir Naik Mengenai ISIS

Dalam sebuah sesi tanya-jawab ketika Dr. Zakir Naik berada di Tokyo, Jepang, ada sebuah pertanyaan menarik yang diajukan oleh seorang pemuda asal Jepang bernama...

Kenapa Manusia Sering Ditimpa Masalah dalam Hidupnya? | Dr. Zakir Naik Menjawab

Seorang gadis ateis asal Jepang bertanya kepada Dr. Zakir tentang kenapa Tuhan memberikan kesulitan-kesulitan hidup kepada manusia di dunia ini? Lalu bagaimana pandangan seorang...

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Charles Darwin dan Teori Evolusi

Seorang mahasiswa Jepang bernama Takuya Nishikawa, berumur 20 tahun, dan berasal dari Tokyo, bertanya kepada Dr. Zakir Naik tentang apakah manusia benar-benar berevolusi dari...

Dr. Zakir Naik Jelaskan Mengapa Daging Babi Haram Pada Dokter Jepang

Seorang gadis asal Jepang bernama Mamoko Suzuki yang berprofesi sebagai dokter bertanya kepada Dr. Zakir Naik mengenai alasan dibalik pengharaman daging babi dan meminta...

Dr. Zakir Naik Mendapat 2 Pertanyaan dari Pria Mualaf

Seorang pria muallaf yang baru saja masuk Islam bertanya kepada Dr. Zakir Naik ketika beliau berceramah di Tokyo pada tanggal 7 Oktober 2015. Pria...

Abdullah ibn Mubarak adalah imam yang shaleh dan sangat dihormati oleh orang-orang. Dia tinggal di daerah bernama Merv, Asia Tengah. Setiap tahunnya dia selalu berhaji. Dan pada suatu tahun sehabis pulang berhaji dia pun tertidur. Dia bermimpi ada dua malaikat yang turun. Salah satu malaikat itu berkata “Berapa banyak orang yang berhaji tahun ini?” Yang satunya menjawab “60.000 orang.”

“Berapa banyak orang yang hajinya diterima?” Malaikat yang satu menjawab “Tidak seorang pun kecuali seorang pria bernama Abdullah ibn Mufiq, seorang tukang sepatu dari Damaskus. Dia bahkan tidak berhaji tapi Allah menerima hajinya.”

Abdullah ibn Mubarak r.h terbangun keesokan paginya. Dia begitu khawatir tentang mimpi ini, tubuhnya gemetar dan keringat membasahi keningnya. Dia pun pergi ke Damaskus untuk mengetahui siapakah gerangan Abdullah ibn Mufiq. Sesampainya disana, dia bertanya kepada penduduk Damaskus “Apakah kalian tahu seorang pria bernama Abdullah ibn Mufiq?” Salah seorang dari mereka menunjukkan rumahnya. Abdullah ibn Mubarak bergegas ke rumahnya, mengetuk pintunya. Kemudian Abdullah ibn Mufiq membukanya dan Abdullah ibn Mubarak bertanya, “Siapakah namamu?” Orang itu berkata “Saya Abdullah ibn Mufiq.”

“Apa pekerjaanmu?” tanya Abdullah. Orang itu berkata “Aku tukang sepatu.” Abdullah berkata “Aku bermimpi dan ingin menanyakan kepadamu perihal mimpi ini.”

Jadi Abdullah menceritakan mimpinya pada orang itu. Abdullah ibn Mufiq berkata “Aku seorang tukang sepatu dan aku sangat ingin berhaji, tapi pendapatanku sangat kecil. Selama 20 tahun terakhir aku telah menabung untuk berhaji dan tahun ini aku punya cukup uang untuk berhaji. Istriku sedang hamil dan dia mencium bau daging dari rumah tetangga. Anda tahu bahwa wanita hamil sering mengidamkan sesuatu. Jadi dia memintaku untuk meminta sebagian daging itu. Aku pergi ke rumah tetangga, dan aku ketuk pintunya. Sang wanita membuka pintunya, dan aku berkata “Istriku sedang hamil, sedangkan kau sedang memasak daging. Bolehkah aku meminta sebagian dari daging itu?’ Wanita itu berkata “Dagingnya halal bagi kami tapi haram untukmu.’”

Abdullah ibn Mufiq berkata “Bagaimana mungkin halal untukmu tapi haram bagi kami?” Wanita itu berkata “Selama beberapa hari anak-anakku kelaparan karena kami tidak punya makanan. Dan hari ini ketika aku sedang berjalan, aku menemukan bangkai seekor keledai, jadi aku mengambil daging keledai mati itu untuk memberi makan anak-anakku. Daging yang sedang kumasak adalah daging bangkai keledai itu. Jadi ini halal bagi kami dan haram bagimu.”

Abdullah ibn Mufiq berkata “Aku pulang dan membawa semua uang yang sudah kukumpulkan selama 20 tahun, dan aku memberikannya kepada wanita ini, dan berucap dalam hati ‘Inilah hajiku ya Allah.’” Subhanallah, do’anya dikabulkan oleh Allah. Abdullah ibn Mufiq bahkan tidak berhaji, tapi Allah memberinya pahala berhaji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baiat Umum dan Pengelolaan Urusan-urusan dalam Negeri

Baiat Umum Setelah pembaiatan terbatas kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq di Saqifah Bani Sa’idah, maka pada hari berikutnya Umar bin Al-Khathab...

Abu Bakar Ash-Shiddiq di Medan Jihad

Para sejarahwan dan ilmuan sirah menuturkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq ikut bersama-sama Rasulullah dalam Perang Badar dan dalam berbagai pertempuran semuanya, tanpa pernah absen...

Keislaman Abu Bakar Ash-Shiddiq, Dakwahnya, Ujian yang Dialaminya dan Hijrahnya yang Pertama

Keislaman Abu Bakar ash-Shiddiq Keislaman Abu Bakar ash-Shiddiq adalah hasil dari sebuah perjalanan imaniyah yang panjang dalam usaha mencari...

Artikel Terkait

Penaklukan Irak

Strategi Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam Penaklukan Irak Tidak berselang lama setelah selesai perang terhadap orang-orang yang murtad dan...

Kehidupan Umar dan Masanya

Sesungguhnya pembicaraan tentang kehidupan Umar dan masanya lebih luas untuk dikaji dalam satu disertasi, terlebih dalam sub kajian dalam pasal pengantar seperti...

Pelajaran, Kesimpulan, dan Faidah dari Perang Menumpas Orang-orang Murtad

Terwujudnya Syarat-syarat Kejayaan Umat, Sebab-sebabnya, Pengaruh Syariat Allah dan Sifat-sifat Mujahidin a. Terwujudnya Syarat-syarat Kejayaan Umat