Indonesia Statistics

Indonesia
70,736
Confirmed
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
32,651
Recovered
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
3,417
Deaths
Updated on 10/07/2020 1:43 pm

Indonesia Statistics

Indonesia
70,736
Confirmed
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
32,651
Recovered
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
3,417
Deaths
Updated on 10/07/2020 1:43 pm

Masa Depan Koalisi Partai Islam

Tanggapan Dr. Zakir Naik Mengenai ISIS

Dalam sebuah sesi tanya-jawab ketika Dr. Zakir Naik berada di Tokyo, Jepang, ada sebuah pertanyaan menarik yang diajukan oleh seorang pemuda asal Jepang bernama...

Dr. Zakir Naik Jelaskan Mengapa Daging Babi Haram Pada Dokter Jepang

Seorang gadis asal Jepang bernama Mamoko Suzuki yang berprofesi sebagai dokter bertanya kepada Dr. Zakir Naik mengenai alasan dibalik pengharaman daging babi dan meminta...

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Charles Darwin dan Teori Evolusi

Seorang mahasiswa Jepang bernama Takuya Nishikawa, berumur 20 tahun, dan berasal dari Tokyo, bertanya kepada Dr. Zakir Naik tentang apakah manusia benar-benar berevolusi dari...

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Konfusianisme

Seorang pemuda Korea yang bekerja pada biro perjalanan bertanya kepada Dr. Zakir Naik. Nama pemuda Korea itu adalah Kim. Sebagai seorang penganut Konfusianisme, dia...

Dr. Zakir Naik Mendapat 2 Pertanyaan dari Pria Mualaf

Seorang pria muallaf yang baru saja masuk Islam bertanya kepada Dr. Zakir Naik ketika beliau berceramah di Tokyo pada tanggal 7 Oktober 2015. Pria...

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal

Segera setelah Pileg usai, ada sebuah keinginan kuat di tengah-tengah umat Muslim untuk menyerukan Koalisi Islam. Jauh sebelum itu, sejak 1998, sudah banyak pertanyaan: mengapa parpol-parpol Islam tidak bersatu? Pertanyaan ini berulang setiap menjelang pemilu. Mungkin ada benarnya, pertanyaan ini selalu relevan. Saya pun mengerti, banyak yang ingin mengulangi romantisme Masyumi di masa lampau. Koalisi Islam adalah impian kita bersama. Sayangnya, permasalahannya tidak pernah sesederhana itu. Yang mengenang Masyumi harus pula mengingat bahwa sebelum Masyumi ‘dibunuh’ oleh Orde Lama, sudah ada perpecahan. Jika ingin bangkitkan persatuan itu, kita tidak bisa begitu saja melompat pada masa-masa sebelum perpecahan terjadi.
Apalagi, kita ketahui bersama, sepanjang masa puluhan tahun itu umat Muslim selalu dipecah-belah. Persoalan seperti qunut, yasinan, tahlilan dan maulidan saja sudah cukup untuk memecah-belah kita, apalagi politik. Oleh karena itu, persatuan adalah hal yang jauh lebih mudah diimpikan ketimbang diwujudkan, tapi tidak mustahil. Jika parpol-parpol Islam sulit bersatu, ketahuilah bahwa masalahnya mengakar lebih jauh daripada eksistensi parpol-parpol itu sendiri.

Tak lama setelah pileg 9 April 2014 beberapa waktu yang lalu, Quick Count segera dihitung. Sementara yang lain sibuk dengan Quick Count, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi sorotan karena selalu menjadi ‘acuan’ Tabulasi Nasional. Tidak berlebihan kiranya jika dikatakan bahwa Tabulasi Nasional Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lebih dipercaya ketimbang Quick Count. Dengan bekal data yang akurat, PKS sejak awal telah menggagas Koalisi Islam (Baca: Sekjen PKS : Perolehan Partai Islam Kalau Dikumpulkan Bisa 31 Persen).

Kita juga mendengar seruan Koalisi Islam yang kuat dari Ustad Al-Muzammil Yusuf, anggota DPR RI dari fraksi PKS (Baca: Almuzzammil Yusuf Sarankan Parpol Islam Satukan Ide dan Gagasan). Sayangnya, seperti kita saksikan sendiri, bisa dikatakan gayung tidak bersambut. Amien Rais, yang dikenal sebagai tokoh Islam era reformasi, justru berpendapat lain. Dari PKB, yang mengalami peningkatan signifikan di Pileg kali ini, juga tidak ada sambutan. PPP, selain dirundung konflik internal, tak lama setelah pertemuan Cikini malah bermanuver lain. Kemana seluruh mata memandang? Jangan heran kalau semua (lagi-lagi) mempertanyakan posisi PKS. Meski prosentase jumlah suara menurun, tapi jumlah kursi PKS di DPR RI diperkirakan relatif stabil. Jauh lebih stabil, misalnya, daripada proyeksi jumlah kursi PADA di DPR.

Ketika membicarakan Koalisi Islam, mau tidak mau, memang harus memperhitungkan PKS. Sementara yang lain berusaha ‘menggebuk’ gagasan Koalisi Islam, Ustad HNW lantang membela. Dalam pertemuan di Cikini pun kita dapat melihat pendirian PKS. Kehadiran Presiden, Wakil Sekjen, dan Ketua Fraksi dari PKS, jelas membuktikan bahwa gagasan Koalisi Islam dianggap serius oleh PKS. Kita amat menyayangkan gagasan Koalisi Islam ini kurang mendapat sambutan dari pihak-pihak lain.

Tak putus kita berdoa, semoga di masa depan apa yang kita impi-impikan itu benar-benar menjadi kenyataan. Akan halnya sekarang, marilah kita hadapi kenyataan pahit bahwa umat ini memang hatinya belum bersatu. Tidak semua parpol Islam memperjuangkan isi hati umat Muslim. Ini pun pelajaran yang pahit. Ada bara dalam sekam, ada banyak persoalan yang harus kita pecahkan sebelum persatuan itu benar-benar terwujud. Kita tidak boleh berputus asa, karena putus asa bukanlah sikap seorang Mu’min. Di samping itu, pertalian ukhuwwah Islamiyyah jauh lebih kuat daripada sekedar kontrak koalisi. Ada-tidaknya koalisi, masih ada ikatan persaudaraan dalam hati umat ini. Kita harus meyakini itu. Perbedaan pendapat memang pasti ada. Akal tak bisa dipersatukan, hatilah yang bisa bersatu.

Sementara itu, marilah kita berjuang untuk segera mewujudkannya. Selama kita masih punya hati, insya Allah bisa bersatu. Salam hormat saya kepada para pemimpin umat yang konsisten berupaya mewujudkan Koalisi Islam. Semoga hati kita semua dipersatukan dalam ketaatan kepada Allah. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin…

Sumber: http://chirpstory.com/id/malakmalakmal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Keislaman Abu Bakar Ash-Shiddiq, Dakwahnya, Ujian yang Dialaminya dan Hijrahnya yang Pertama

Keislaman Abu Bakar ash-Shiddiq Keislaman Abu Bakar ash-Shiddiq adalah hasil dari sebuah perjalanan imaniyah yang panjang dalam usaha mencari...

Abu Bakar Ash-Shiddiq di Tengah Masyarakat Madinah, Beberapa Sifat dan Keutamaannya

Kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam masyarakat Madinah penuh dengan nilai-nilai yang bisa menjadi pelajaran, ibrah, dan keteladanan. Kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq di...

Jihad Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk Membungkam Gerakan Kemurtadan

Definisi Murtad Secara Terminologi dan Beberapa Ayat yang Melarang dan Memperingatkan Terhadap Perbuatan Murtad Pengertian murtad secara terminologi

Artikel Terkait

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...

Riba

Dosa yang Istimewa Dosa itu bernama riba. Mengenai haramnya riba ini, Allah SWT menyatakannya sendiri di dalam al-Qur’an surah al-Baqarah...