Indonesia Statistics

Indonesia
76,981
Confirmed
Updated on 14/07/2020 7:09 am
Indonesia
36,689
Recovered
Updated on 14/07/2020 7:09 am
Indonesia
3,656
Deaths
Updated on 14/07/2020 7:09 am

Indonesia Statistics

Indonesia
76,981
Confirmed
Updated on 14/07/2020 7:09 am
Indonesia
36,689
Recovered
Updated on 14/07/2020 7:09 am
Indonesia
3,656
Deaths
Updated on 14/07/2020 7:09 am

Nubuat Nabi Muhammad tentang Munculnya Ya’juj dan Ma’juj

Dr. Zakir Naik Jelaskan Mengapa Daging Babi Haram Pada Dokter Jepang

Seorang gadis asal Jepang bernama Mamoko Suzuki yang berprofesi sebagai dokter bertanya kepada Dr. Zakir Naik mengenai alasan dibalik pengharaman daging babi dan meminta...

Dr. Zakir Naik Mendapat 2 Pertanyaan dari Pria Mualaf

Seorang pria muallaf yang baru saja masuk Islam bertanya kepada Dr. Zakir Naik ketika beliau berceramah di Tokyo pada tanggal 7 Oktober 2015. Pria...

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Konfusianisme

Seorang pemuda Korea yang bekerja pada biro perjalanan bertanya kepada Dr. Zakir Naik. Nama pemuda Korea itu adalah Kim. Sebagai seorang penganut Konfusianisme, dia...

Kenapa Manusia Sering Ditimpa Masalah dalam Hidupnya? | Dr. Zakir Naik Menjawab

Seorang gadis ateis asal Jepang bertanya kepada Dr. Zakir tentang kenapa Tuhan memberikan kesulitan-kesulitan hidup kepada manusia di dunia ini? Lalu bagaimana pandangan seorang...

Kenapa Allah Tidak Membuat Semua Manusia Menjadi Muslim? Dr. Zakir Naik Menjawab

Melanjutkan pertanyaan Yoko kepada Dr. Zakir Naik yang telah ditulis pada artikel sebelumnya (baca: Apakah Perjalanan Isra' Mi'raj Adalah Kisah Bohong?), wanita Jepang ateis...

“Kaum Ya’juj da Ma’juj (Gog dan Magog) disebutkan dalam beberapa ayat dalam Quran. Di satu ayat, Allah menjelaskan bahwa kaum ini sudah ada sejak zamannya Dzulkarnain. Allah berfirman:

“Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi”. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu”. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”. Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.” (Quran 18: 92-99).

Di ayat lain dalam Quran, Allah juga berfirman bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah salah satu tanda besar hari kiamat. Allah berfirman:

“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.” (Quran 21: 96-97)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memberi gambaran tentang kekejaman dari kaum ini ketika mereka bertebaran di muka bumi:

“Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog) akan berjalan sampai mereka mencapai gunung al-Khamar dan itulah gunung Bait-ul-Maqdis. Mereka akan berkata,” Kita telah membunuh orang-orang yang ada di bumi. Mari kita bunuh orang-orang yang ada di langit’, kemudian mereka akan mengarahkan anak panah mereka ke langit dan panah-panah itu akan kembali kepada mereka dengan berlumuran darah.”

Diriwayatkan dalam Musnad Imam Ahmad sebagai berikut:
“Setiap hari, Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog) mencoba untuk menggali jalan keluar dari tembok penghalangnya. Ketika mereka mulai melihat sinar matahari melalui galian itu, seseorang yang menjadi pemimpin dari mereka berkata, ‘Kembalilah; kalian bisa melanjutkan penggaliannya besok.’ Dan ketika mereka kembali, tembok penghalangnya menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Hal ini terus berlanjut sampai waktunya datang dimana Allah berkehendak untuk membiarkan mereka keluar. Mereka akan menggali sampai mereka mulai melihat sinar matahari, kemudian pemimpin mereka akan berkata, “Kembalilah; kalian bisa melanjutkan menggali besok, insya Allah. “Kali ini ia akan mengucapkan, ‘Insya Allah,’ yang berarti menyerahkan perkara ini kepada kehendak Allah. Mereka akan kembali pada hari berikutnya, dan menemukan lubang itu masih sama seperti yang mereka tinggalkan terakhir kali. Mereka akan terus menggali dan keluar darinya. Mereka akan meminum semua air (yang mereka temui), dan orang-orang akan mencari tempat perlindungan dalam benteng-benteng mereka. Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog) akan menembakkan panah-panah mereka ke langit, dan panah-panah itu akan jatuh kembali ke bumi dengan berlumuran darah. Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog) akan berkata, ‘Kita telah mengalahkan orang-orang di bumi, dan mengalahkan orang-orang di langit.’ Kemudian Allah akan mengirimkan semacam cacing (wabah penyakit) yang menggerogoti leher-leher mereka, dan mereka akan terbunuh karenanya. Demi Dia (Tuhan) yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, binatang-binatang di bumi akan menjadi gemuk (setelahnya).” (As-Suyuti)

Rasulullah kemudian menjelaskan hubungan antara Yesus dan kaum Ya’juj dan Ma’juj. Setelah Yesus membunuh Dajjal, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam kemudian memberitahukan apa yang akan terjadi selanjutnya:

“Kemudian orang-orang yang dilindungi Allah akan menghampiri Nabi Isa (Yesus, putra Maria), dan dia akan mengusap wajah mereka dan akan memberitahukan derajat mereka di surga dan ketika itulah Allah akan berfirman kepada Nabi Isa (Yesus) ‘Aku telah memilih dari antara hamba-hamba-Ku mereka yang tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun; Bawalah mereka ke Gunung Tuur.’ Kemudian Allah akan mengirimkan Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog) sehingga kawanan mereka akan turun dari setiap lereng. Bagian pertama dari mereka akan melewati danau Tiberias dan meminum airnya. Dan ketika yang terakhir dari mereka melintasinya, seseorang dari mereka akan berkata, ‘Dulu pernah ada air disini.’ Yesus dan para sahabatnya kemudian akan dikepung (oleh Ya’juj dan Ma’juj) di sini (di Gunung Tuur, dan mereka akan dikepung begitu keras) sampai-sampai kepala sapi lebih mereka sukai daripada seratus dinar, dan Nabi Allah Isa (Yesus), dan para sahabatnya akan berdo’a kepada Allah.

Kemudian Allah akan mengirimkan serangga (yang akan menyerang leher dari Ya’juj dan Ma’juj). Pada pagi harinya mereka akan binasa seutuhnya. Nabi Allah Isa dan para sahabatnya kemudian akan turun (dari Gunung Tuur) dan mereka tidak akan menemukan satu jengkal pun di bumi kecuali telah dipenuhi oleh bau busuk (dari mayat-mayat Ya’juj dan Ma’juj). Nabi Allah Isa dan para sahabatnya kemudian akan berdo’a lagi kepada Allah. Kemudian Allah akan mengirimkan burung yang lehernya seperti leher unta dan burung-burung itu akan membawa jasad-jasad Ya’juj dan Ma’juj dan melemparkannya di tempat yang dikehendaki Allah.

Maka Allah akan menurunkan hujan dimana tidak ada rumah atau rambut unta yang tidak dibasahinya dan ia akan terus mengguyur bumi sampai bumi seakan-akan seperti cermin. Kemudian bumi akan diperintahkan untuk menghasilkan buah-buahan dan mengembalikan berkahnya, sebagai hasilnya, akan tumbuh delima (yang sangat besar) sampai-sampai sekelompok orang bisa makan darinya, dan berteduh dibawahnya, dan sapi perah akan memberikan begitu banyak susu sampai-sampai sekumpulan orang dapat meminumnya. Dan unta perah akan memberikan (sejumlah besar) susu dimana seluruh kaum dapat minum darinya, dan domba perah akan memberikan begitu banyak susu sehingga seluruh keluarga dapat minum darinya.

Pada saat itu Allah akan mengirimkan angin tenang yang akan menenangkan (orang-orang) bahkan di bawah ketiak mereka, dan akan mengambil nyawa setiap Muslim sehingga hanya orang jahat yang masih tetap hidup, dimana mereka akan melakukan perzinahan seperti keledai dan kiamat akan datang pada mereka.”

Dalam hadits lain di Shahih Muslim, Rasulullah menjelaskan tentang nubuat kedatangan Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog), dan juga memberikan pelajaran berharga yang harus kita renungkan. Pelajaran ini berkenaan dengan pentingnya mencegah kejahatan terjadi dalam masyarakat. Dalam riwayat ini, beliau shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Tidak ada tuhan selain Allah! Celakalah penduduk Arab karena musibah yang telah terjadi, yaitu dinding Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog) telah terbuka sebesar ini.”

Dan Sufyan [yang meriwayatkan hadist ini] membuat lingkaran dengan telunjuk dan jempolnya (untuk menunjukkan besarnya lubang yang telah terbuka pada dinding Ya’juj dan Ma’juj) dan saya [Zainab, istri Rasulullah] berkata,

“Ya Rasulullah, apakah kita akan binasa sekalipun ada orang-orang baik di antara kita?” Beliau menjawab, “Tentu saja, tapi hanya jika kejahatan menjadi marak.”

Demikianlah artikel ini dibuat mengenai kedatangan Ya’juj dan Ma’juj. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dan menjadi lebih paham tentang situasi di akhir zaman seperti yang dinubuatkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Serangan Massal Terhadap Kaum Murtad

Banyak macam sarana dan cara yang digunakan untuk melawan dan menghadapi kaum murtad. Kaum muslimin yang masih berpegang teguh pada Islam memiliki peranan besar...

Musailamah Al-Kadzdzab dan Bani Hanifah

Mengenal Musailamah Dia adalah Musailamah bin Tsumamah bin Kabir bin Hubaib Al-Hanafi Abu Syamah. Dia adalah seorang yang mengaku...

Abu Bakar Ash-Shiddiq di Medan Jihad

Para sejarahwan dan ilmuan sirah menuturkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq ikut bersama-sama Rasulullah dalam Perang Badar dan dalam berbagai pertempuran semuanya, tanpa pernah absen...

Artikel Terkait

Rezeki

Kewajiban Mencari Harta Halal Setiap orang tentu ingin kehidupan di dunia berjalan normal. Setidaknya ia bisa memenuhi kebutuhan dasarnya...

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...