Indonesia Statistics

Indonesia
78,572
Confirmed
Updated on 15/07/2020 1:14 am
Indonesia
37,636
Recovered
Updated on 15/07/2020 1:14 am
Indonesia
3,710
Deaths
Updated on 15/07/2020 1:14 am

Indonesia Statistics

Indonesia
78,572
Confirmed
Updated on 15/07/2020 1:14 am
Indonesia
37,636
Recovered
Updated on 15/07/2020 1:14 am
Indonesia
3,710
Deaths
Updated on 15/07/2020 1:14 am

Putri-Putri Rasulullah

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Konfusianisme

Seorang pemuda Korea yang bekerja pada biro perjalanan bertanya kepada Dr. Zakir Naik. Nama pemuda Korea itu adalah Kim. Sebagai seorang penganut Konfusianisme, dia...

Dr. Zakir Naik Jelaskan Mengapa Daging Babi Haram Pada Dokter Jepang

Seorang gadis asal Jepang bernama Mamoko Suzuki yang berprofesi sebagai dokter bertanya kepada Dr. Zakir Naik mengenai alasan dibalik pengharaman daging babi dan meminta...

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Charles Darwin dan Teori Evolusi

Seorang mahasiswa Jepang bernama Takuya Nishikawa, berumur 20 tahun, dan berasal dari Tokyo, bertanya kepada Dr. Zakir Naik tentang apakah manusia benar-benar berevolusi dari...

Dr. Zakir Naik Menjawab Pertanyaan Cerdas Pemuda Ateis

Siapa yang tidak kenal dengan Dr. Zakir Naik? Ulama perbandingan agama asal India ini lagi-lagi memukau penonton dengan pengetahuannya yang luar biasa tentang ilmu sains....

Apakah Kisah Isra’ Mi’raj Hanya Dongeng Belaka? Dr. Zakir Naik Menjawab

Pada ceramah Dr. Zakir Naik di Tokyo pada bulan Oktober 2015, seorang wanita Jepang ateis bernama Yoko dengan berani mengatakan bahwa Nabi Muhammad shalallahu...

Dalam kultur masyarakat jahiliah, melahirkan anak perempuan dianggap sebagai suatu bencana. Ibu adalah pembawa aib dan bencana bagi keluarga, kabilah, dan sukunya. Karenanya, mereka mengubur bayi-bayi perempuan mereka hidup-hidup.  Hal ini sudah menjadi pemandangan sehari-hari yang sangat menyakitkan dan menyesakkan dada orang-orang yang sehat akalnya.

Banyak di antara mereka yang melakukannya karena terpaksa. Mereka takut tercoreng nama baiknya karena memiliki bayi perempuan. Sehingga pada prakteknya, anak perempuan yang baru lahir itu ditunggu sampai berumur kira-kira 6 tahun, kemudian diberi pakaian yang indah dan dirias agar tampak cantik. Kemudian anak perempuan itu akan diajak ke gurun oleh ayahnya untuk menggali lubang. Setelah lubangnya agak dalam, anak yang tak berdosa itu disuruh masuk dengan alasan untuk bermain-main. Dan selanjutnya, sulit dibayangkan apa yang terjadi. Si ayah pun mengubur anak perempuannya hidup-hidup.

Di tengah-tengah masyarakat yang seperti inilah, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam diutus dengan membawa agama yang mengajarkan bahwa perempuan wajib dihormati, baik sebagai istri, ibu, saudara, atau anak. Sejak sebelum diangkat menjadi rasul, Rasulullah telah memperlihatkan kepada masyarakatnya betapa anak perempuan juga punya hak untuk mengecap kasih sayang orangtuanya sebagaimana anak laki-laki.

Kalau tiba-tiba datang Fatimah, putrinya, Rasulullah dengan mesra menuntunnya dan menciumnya. Beliau kemudian menggendongnya sambil bercanda mesra dan mendudukkannya di pangkuannya. Ketika kedua putrinya, Ummu Kultsum dan Ruqayyah diceraikan oleh Utbah dan Utaibah (anak dari Abu Lahab), dimana Abu Lahab menyuruh mereka bercerai secara paksa, Rasulullah sabar menghadapi kenyataan ini. Ditambah lagi Allah telah menyatakan “perang” terhadap Abu Lahab dengan firman-Nya, “Tabbat yadaa Abi Lahab…”Nabi Muhammad tidak bergeming walau hatinya perih merasakan bagaimana putrinya berpisah dengan suaminya karena terpaksa. Beliau tetap setia dalam berdakwah, sampai akhirnya Allah memberi jalan keluar yaitu hijrah.

Di antara gambaran kemesraan Nabi Muhammad dengan putri-putrinya adalah riwayat dari Aisyah yang berkata, “Kami istri-istri Rasulullah berkumpul di rumah beliau, tiba-tiba datang Fatimah berjalan persis seperti berjalannya Rasulullah. Begitu Rasulullah melihatnya, beliau menyambutnya dengan gembira seraya berkata, ‘Selamat datang putriku’, kemudian mendudukkannya di samping beliau.” (H.R. Muslim)
Sebagai ungkapan sayang, seringkali Rasulullah mengunjungi putri-putrinya dan menanyakan perihal keadaan mereka. Pernah suatu hari Fatimah datang, mengadukan kehidupannya yang miskin. Tangannya lecet karena menumbuk gandum, sedangkan dia tidak punya pembantu.

Ketika Fatimah dan suaminya sudah siap-siap untuk tidur, Rasulullah mendatangi mereka sehingga keduanya bangun. Namun Rasulullah mencegahnya, kemudian beliau duduk di antara mereka dan berkata,

“Kutunjukkan pada kalian sesuatu yang lebih baik dari pembantu. Kalau kalian akan tidur, bertakbirlah sebanyak 34 kali, bertasbih sebanyak 33 kali, dan bertahmidlah 33 kali. Nah… ini lebih baik buat kalian dari sekadar pembantu.” (H.R. Bukhari)
Rasulullah adalah contoh terbaik dalam keteguhan dan kesabaran. Bagaimana tidak, ketika putra-putrinya meninggal, beliau tetap tabah. Tidak meratap, menyobek baju, atau melakukan upacara belasungkawa sebagaimana tradisi jahiliyah.

Saya menyarankan agar para membaca juga melihat artikel-artikel lainnya tentang Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam. Hal ini dimaksudkan agar kita lebih mengenal pribadi beliau sehingga tumbuhlah rasa cinta kepada beliau.

Referensi: Abdul Malik Ibnu M. al-Qasim (2000). Sehari di Rumah Rasulullah. Jakarta: Gema Insani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Musailamah Al-Kadzdzab dan Bani Hanifah

Mengenal Musailamah Dia adalah Musailamah bin Tsumamah bin Kabir bin Hubaib Al-Hanafi Abu Syamah. Dia adalah seorang yang mengaku...

Pelajaran, Kesimpulan, dan Faidah dari Perang Menumpas Orang-orang Murtad

Terwujudnya Syarat-syarat Kejayaan Umat, Sebab-sebabnya, Pengaruh Syariat Allah dan Sifat-sifat Mujahidin a. Terwujudnya Syarat-syarat Kejayaan Umat

Artikel Terkait

Rezeki

Kewajiban Mencari Harta Halal Setiap orang tentu ingin kehidupan di dunia berjalan normal. Setidaknya ia bisa memenuhi kebutuhan dasarnya...

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...