Indonesia Statistics

Indonesia
70,736
Confirmed
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
32,651
Recovered
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
3,417
Deaths
Updated on 10/07/2020 1:43 pm

Indonesia Statistics

Indonesia
70,736
Confirmed
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
32,651
Recovered
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
3,417
Deaths
Updated on 10/07/2020 1:43 pm

Siksaan Bagi Penduduk Neraka Tidak Akan Diringankan

Kenapa Manusia Sering Ditimpa Masalah dalam Hidupnya? | Dr. Zakir Naik Menjawab

Seorang gadis ateis asal Jepang bertanya kepada Dr. Zakir tentang kenapa Tuhan memberikan kesulitan-kesulitan hidup kepada manusia di dunia ini? Lalu bagaimana pandangan seorang...

Kenapa Allah Tidak Membuat Semua Manusia Menjadi Muslim? Dr. Zakir Naik Menjawab

Melanjutkan pertanyaan Yoko kepada Dr. Zakir Naik yang telah ditulis pada artikel sebelumnya (baca: Apakah Perjalanan Isra' Mi'raj Adalah Kisah Bohong?), wanita Jepang ateis...

Tanggapan Dr. Zakir Naik Mengenai ISIS

Dalam sebuah sesi tanya-jawab ketika Dr. Zakir Naik berada di Tokyo, Jepang, ada sebuah pertanyaan menarik yang diajukan oleh seorang pemuda asal Jepang bernama...

Dr. Zakir Naik Mendapat 2 Pertanyaan dari Pria Mualaf

Seorang pria muallaf yang baru saja masuk Islam bertanya kepada Dr. Zakir Naik ketika beliau berceramah di Tokyo pada tanggal 7 Oktober 2015. Pria...

Apakah Kisah Isra’ Mi’raj Hanya Dongeng Belaka? Dr. Zakir Naik Menjawab

Pada ceramah Dr. Zakir Naik di Tokyo pada bulan Oktober 2015, seorang wanita Jepang ateis bernama Yoko dengan berani mengatakan bahwa Nabi Muhammad shalallahu...

Allah berfirman, “Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu? Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih, dan dalam bayangan (naungan) asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.” (Qs. Al-Waqi’ah[56]: 41-44)

Ayat ini menyebut tiga unsur yang dimanfaatkan manusia di atas bumi ini untuk melawan panas, yaitu: air, udara, dan bayangan (naungan) untuk tempat berteduh. Tetapi, dijelaskan lagi dalam ayat ini bahwa ketiga unsur tersebut tidak akan ada gunanya atau tidak akan dapat membantu penduduk neraka dalam mengurangi siksaan panas api neraka. Udara yang bertiup di neraka adalah sumum, atau angin panas yang luar biasa panasnya; airnya adalah hamim, air yang mendidih; sedangkan bayangan sebagai tempat bernaungnya adalah yahmum, yaitu bagian dari asap neraka. [1]
Kalau ayat di atas tadi memberi penekanan pada keadaan yang amat mengerikan dari golongan kiri, yaitu para penghuni neraka, maka ayat di bawah ini memberi penekanan pada betapa mengerikannya neraka itu sendiri, sebagaimana yang difirmankan Allah, “Dan adapun orang-orang yang ringan timbangannya (amal kebaikannya), maka tempat kembalinya adalah neraka hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka hawiyah itu? (Yaitu) api yang panas.” (Qs. Al-Qari’ah[101]: 8-11)

Bayangan (naungan) yang dimaksud dalam ayat, “dan dalam bayangan asap yang hitam,” adalah bayangan asap neraka. Bayangan sebagai tempat berteduh biasanya membuat orang merasa sejuk dan nyaman, sehingga kita menyukainya, tetapi bayangan yang disebutkan disini (di neraka) jauh dari kesejukan dan kenyamanan; karena bayangan tersebut adalah bayangan asap hitam.

Al-Qur’an menceritakan kepada kita bahwa bayangan ini adalah banyangan asap yang berasal dari api neraka: “Pergilah kamu untuk mendapatkan bayangan (naungan) yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka. Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta-unta kuning.” (Qs. Al-Mursalat[77]: 30-33)

Ayat ini menyatakan bahwa asap yang berasal dari api neraka begitu besarnya sehingga ia terpecah menjadi tiga cabang. Memang asap tersebut memberikan bayangan, tetapi bukan bayangan yang memberi kesejukan dan perlindungan dari api neraka yang berkobar-kobar itu. Percikan-percikan atau bunga-bunga api yang dilontarkan api neraka seperti istana-istana besar, dan dipersamakan dengan unta-unta yang kuning atau hitam.

Allah subhanahu wa ta’ala selanjutnya menerangkan betapa kuat dan menyiksanya api neraka itu: “Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka saqar) adalah pembakar kulit manusia.” (Qs. Al-Muddatstsir[74]: 26-29)

Api neraka memakan semuanya dan menghancurkan segala sesuatu sehingga tidak ada yang tertinggal. Api itu membakar kulit, dan panasnya terasa sampai ke tulang, mencairkan dan mengeluarkan semua isi perut. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda, “Api yang kita kenal di dunia ini adalah sepertujuh puluh bagian dari api neraka.” Seseorang berkata, “Ya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, sudah cukup, sudah cukup!” Rasulullah bersabda, “Api neraka itu laksana api yang kita kenal ditambah 69 bagian yang setara.” (H.R. Bukhari)

Menurut sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menggunakan frase: “api yang kita kenal dan api yang seperti digunakan anak-anak Adam…” [2]

Api neraka tidak akan pernah padam dalam jangka waktu berapa pun lamanya:
“Karena itu, rasakanlah. Dan kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain azab.”(Qs. An-Naba’[78]: 30)

“Tiap-tiap kali nyala api jahanam itu akan padam, Kami tambahkan lagi bagi mereka nyalanya.” (Qs. Al-Isra’[17]: 97)

Orang-orang kafir tidak akan pernah dapat merasakan berkurangnya panas api neraka, karena azab dan siksa mereka tidak akan diringankan, berapa pun lamanya mereka harus merasakannya: “Maka siksa mereka tidak akan diringankan dan mereka tidak akan ditolong.” (Qs. Al-Baqarah[2]: 86)

Api neraka dinyalakan setiap hari, sebagaimana dinyatakan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari ‘Amir ibn Absah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Laksanakanlah shalat Subuh, kemudian berhentilah shalat tatkala matahari telah terbit sampai naik sepenuhnya, karena tatkala itu matahari naik antara tanduk-tanduk setan, dan pada waktu itu pula orang-orang kafir bersujud menyembah matahari. Setelah itu shalatlah, karena shalat itu disaksikan (oleh malaikat-malaikat) sampai bayangan sepanjang tombak. Kemudian berhentilah shalat, karena pada waktu itu neraka sangat panas. Kemudian ketika bayangan bergerak semakin panjang, shalatlah…”

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda, “Ketika hari sangat panas, tunggulah sampai sejuk untuk shalat, karena udara yang sangat panas adalah angin panas dari neraka.”

Neraka akan memperoleh tambahan bahan bakar pada hari kiamat dengan masuknya para penghuninya: ”Dan apabila neraka jahim dinyalakan, dan apabila surga didekatkan.” (Qs. At-Takwir[81]: 12-13)

Referensi: Al-Asyqar, ‘Umar Sulaiman (2001). Surga dan Neraka. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta

[1] At-Takhwif min an-Naar, hal. 85

[2]Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Sahihnya, VI, hal. 230 dan oleh Muslim dalam Sahihnya, IV, hal. 2184

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Serangan Massal Terhadap Kaum Murtad

Banyak macam sarana dan cara yang digunakan untuk melawan dan menghadapi kaum murtad. Kaum muslimin yang masih berpegang teguh pada Islam memiliki peranan besar...

Abu Bakar Ash-Shiddiq di Medan Jihad

Para sejarahwan dan ilmuan sirah menuturkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq ikut bersama-sama Rasulullah dalam Perang Badar dan dalam berbagai pertempuran semuanya, tanpa pernah absen...

Abu Bakar Ash-Shiddiq di Tengah Masyarakat Madinah, Beberapa Sifat dan Keutamaannya

Kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam masyarakat Madinah penuh dengan nilai-nilai yang bisa menjadi pelajaran, ibrah, dan keteladanan. Kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq di...

Artikel Terkait

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...

Riba

Dosa yang Istimewa Dosa itu bernama riba. Mengenai haramnya riba ini, Allah SWT menyatakannya sendiri di dalam al-Qur’an surah al-Baqarah...