Indonesia Statistics

Indonesia
76,981
Confirmed
Updated on 14/07/2020 3:07 am
Indonesia
36,689
Recovered
Updated on 14/07/2020 3:07 am
Indonesia
3,656
Deaths
Updated on 14/07/2020 3:07 am

Indonesia Statistics

Indonesia
76,981
Confirmed
Updated on 14/07/2020 3:07 am
Indonesia
36,689
Recovered
Updated on 14/07/2020 3:07 am
Indonesia
3,656
Deaths
Updated on 14/07/2020 3:07 am

Tidak Ada yang Tahu Kapan Maut Menjemput

Dr. Zakir Naik Jelaskan Mengapa Daging Babi Haram Pada Dokter Jepang

Seorang gadis asal Jepang bernama Mamoko Suzuki yang berprofesi sebagai dokter bertanya kepada Dr. Zakir Naik mengenai alasan dibalik pengharaman daging babi dan meminta...

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Charles Darwin dan Teori Evolusi

Seorang mahasiswa Jepang bernama Takuya Nishikawa, berumur 20 tahun, dan berasal dari Tokyo, bertanya kepada Dr. Zakir Naik tentang apakah manusia benar-benar berevolusi dari...

Dr. Zakir Naik Menjawab Pertanyaan Cerdas Pemuda Ateis

Siapa yang tidak kenal dengan Dr. Zakir Naik? Ulama perbandingan agama asal India ini lagi-lagi memukau penonton dengan pengetahuannya yang luar biasa tentang ilmu sains....

Kenapa Allah Tidak Membuat Semua Manusia Menjadi Muslim? Dr. Zakir Naik Menjawab

Melanjutkan pertanyaan Yoko kepada Dr. Zakir Naik yang telah ditulis pada artikel sebelumnya (baca: Apakah Perjalanan Isra' Mi'raj Adalah Kisah Bohong?), wanita Jepang ateis...

Dr. Zakir Naik Menjelaskan Cara Agar Umat Manusia Hidup Harmonis

Pada ceramah Dr. Zakir Naik di Tokyo Jepang tanggal 8 Oktober 2015, saat sesi tanya-jawab, ada seorang pengusaha Korea yang baru mengetahui tentang Islam....

26 Januari 2001, dengan kekuatan 7,6 skala richter, dunia menyaksikan bencana gempa bumi di Gujarat. Dalam hitungan menit, 21.000 orang tewas, 167.000 orang terluka, dan 400.000 rumah hancur.

26 December 2004, dunia sekali lagi tercengang karena gempa bumi, kali ini sebesar 9,1 skala richter. Gempa bumi ini sangat dahsyat sehingga menggeser bumi dari porosnya sebesar 1 cm. Kali ini gempanya terjadi di Indonesia dalam bentuk tsunami, 230.000 orang terbunuh di 14 negara.

8 Oktober 2005, dunia sekali lagi terkejut karena gempa di Kashmir pada hari Sabtu. Bencana ini menyerang dalam bentuk gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter. Dalam hitungan menit, kawasan itu berubah dari tempat yang tenang menjadi lautan mayat-mayat. Total korban jiwa sebanyak 75.000 orang, seluruh kota dan desa hancur karena bencana dahsyat ini.

11 Maret 2011, dan kejadian ini baru terjadi, gempa bumi di Jepang, dunia sekali lagi terkejut karena gempanya membuat gelombang setinggi 38,9 m, menyapu Jepang, menghancurkan 125.000 bangunan. Gempa ini berkekuatan 9,1 skala richter, korban berjumlah 15.093.
Tapi jangan salah paham saudaraku, tujuanku bukanlah untuk memberitahu kalian tentang statistik dan jumlah korban dari bencana-bencana yang telah terjadi, melainkan untuk membuat kita memahami apa yang bisa kita simpulkan dari kejadian yang menyayat hati dan menyedihkan ini?

Mari kita jawab pertanyaan ini dengan pertanyaan yang lain. Apakah 630.000 orang yang terbunuh oleh bencana yang dahsyat ini menyadari bahwa waktu mereka telah habis? Apakah mereka terbangun di pagi hari dengan mengetahui bahwa inilah hari terakhir mereka? Jawabannya adalah tidak. Karena kematian adalah fenomena yang tak terduga dan tak bisa diprediksi. Setiap momen bisa menjadi momen terakhir kita.

Misalnya Miklos Feher sang pesepakbola di La Liga, Spanyol. Umurnya baru 24 tahun. Dia bermain sebagai pemain pengganti untuk Benfica, dia membuat assist untuk satu-satunya goal dalam pertandingan hari itu. Ini adalah pertandingan sepakbola yang disiarkan langsung di televisi. Pertandingan sudah di masa injury time, dia mentackle lawan dan menerima kartu kuning. Seiring kartu kuning ditunjukkan padanya, dia tersenyum pada wasit, kemudian berbalik untuk melanjutkan permainan. Tiba-tiba dia membungkuk dan jatuh telentang. Dia meninggal di lapangan sepakbola. Pemain lainnya melihat dengan perasaan tertekan, sebagian dari mereka mulai menangis, tapi tangisan itu tidak berguna lagi.

Tidak ada kekuatan apapun yang bisa menunda kematian, apalagi mencegah kematian. Kenapa? Karena Allah S.W.T. berfirman di dalam Al-Qur’an bahwa perkara kematian tidak ditunda oleh Allah Ta’ala.

Sekarang kita telah paham fakta bahwa kematian dapat menjemput kita kapanpun dan dimanapun, pertanyaan berikutnya saudaraku, apakah kita siap untuk mati? Apakah kita sudah berinvestasi untuk akhirat? Kesimpulannya, apakah kita hidup untuk dunia atau untuk akhirat?

Mari kita ambil contoh tentang seseorang yang hidup untuk dunia ini. Aku ingin menceritakan tentang Alexander Agung. Dia dianggap sebagai jendral terbaik sepanjang masa. Di umur 30 tahun, kekaisarannya adalah salah satu yang terbesar di bumi. Dia telah menguasai 90% dari dunia yang dikenal pada masa itu.

Tapi ketika Alexander sedang sakaratul maut dan dikelilingi para prajuritnya, dia berkata “Wahai pasukan, ketika kau menempatkan tubuhku dalam peti, maka biarkan lenganku bergantung di pinggirnya dengan telapak tanganku terbuka lebar.”

Orang-orang di sekelilingnya bertanya apa tujuannya. Dia menjawab “Jadi dunia dapat melihat bahwa akulah orang yang menaklukkan seluruh dunia, tapi hari ini aku meninggalkan dunia tak membawa apa-apa.”

Inilah akhir dari seorang penguasa yang mempunyai segalanya. Kita harus sadar saudaraku, kita bisa saja mempunyai rumah paling mewah, pakaian paling mahal, bisnis paling menguntungkan, mobil paling bagus, jabatan paling dihormati, pekerjaan bergaji paling besar, gelar paling mengagumkan, istri paling cantik, tapi ketika kematian datang, semuanya akan ditinggalkan, dan hanya amal baik yang menemani kita.

Rasulullah S.A.W. dalam hadist Sahih Bukhari yang diriwayatkan Anas R.A. bersabda “Ketika seorang manusia meninggalkan dunia ini, hanya amal baik yang bersamanya.” Para sahabat R.A sepenuhnya memahami sabda Rasulullah ini, karena itulah mereka tidak hidup untuk dunia ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Keislaman Abu Bakar Ash-Shiddiq, Dakwahnya, Ujian yang Dialaminya dan Hijrahnya yang Pertama

Keislaman Abu Bakar ash-Shiddiq Keislaman Abu Bakar ash-Shiddiq adalah hasil dari sebuah perjalanan imaniyah yang panjang dalam usaha mencari...

Pelajaran, Kesimpulan, dan Faidah dari Perang Menumpas Orang-orang Murtad

Terwujudnya Syarat-syarat Kejayaan Umat, Sebab-sebabnya, Pengaruh Syariat Allah dan Sifat-sifat Mujahidin a. Terwujudnya Syarat-syarat Kejayaan Umat

Serangan Massal Terhadap Kaum Murtad

Banyak macam sarana dan cara yang digunakan untuk melawan dan menghadapi kaum murtad. Kaum muslimin yang masih berpegang teguh pada Islam memiliki peranan besar...

Artikel Terkait

Rezeki

Kewajiban Mencari Harta Halal Setiap orang tentu ingin kehidupan di dunia berjalan normal. Setidaknya ia bisa memenuhi kebutuhan dasarnya...

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...