Indonesia Statistics

Indonesia
70,736
Confirmed
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
32,651
Recovered
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
3,417
Deaths
Updated on 10/07/2020 1:43 pm

Indonesia Statistics

Indonesia
70,736
Confirmed
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
32,651
Recovered
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
3,417
Deaths
Updated on 10/07/2020 1:43 pm

Bahkan Batang Pohon Pun Mencintai Rasulullah

Dr. Zakir Naik Mendapat 2 Pertanyaan dari Pria Mualaf

Seorang pria muallaf yang baru saja masuk Islam bertanya kepada Dr. Zakir Naik ketika beliau berceramah di Tokyo pada tanggal 7 Oktober 2015. Pria...

Dr. Zakir Naik Menjelaskan Cara Agar Umat Manusia Hidup Harmonis

Pada ceramah Dr. Zakir Naik di Tokyo Jepang tanggal 8 Oktober 2015, saat sesi tanya-jawab, ada seorang pengusaha Korea yang baru mengetahui tentang Islam....

Dr. Zakir Naik Jelaskan Mengapa Daging Babi Haram Pada Dokter Jepang

Seorang gadis asal Jepang bernama Mamoko Suzuki yang berprofesi sebagai dokter bertanya kepada Dr. Zakir Naik mengenai alasan dibalik pengharaman daging babi dan meminta...

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Konfusianisme

Seorang pemuda Korea yang bekerja pada biro perjalanan bertanya kepada Dr. Zakir Naik. Nama pemuda Korea itu adalah Kim. Sebagai seorang penganut Konfusianisme, dia...

Tanggapan Dr. Zakir Naik Mengenai ISIS

Dalam sebuah sesi tanya-jawab ketika Dr. Zakir Naik berada di Tokyo, Jepang, ada sebuah pertanyaan menarik yang diajukan oleh seorang pemuda asal Jepang bernama...

Pada suatu ketika, salah seorang Sahabat r.a melintasi sebuah pohon dan dia melihat sebuah sarang yang di dalamnya ada anak burung. Dia pun mengambil anak burungnya. Kemudian ibu dari anak burung tersebut mulai mengitari kepalanya. Dia pun menangkap ibu burung itu karena ia terus terbang mengitari kepalanya. Kemudian dia pergi ke hadapan Rasulullah s.a.w dengan anak burung dan ibunya dalam lengan bajunya. Rasulullah s.a.w bertanya “Apakah yang ada di dalam lengan bajumu itu?” Dia mengeluarkannya dan membuka tangannya. Apa yang terjadi ketika kita membuka tangan sementara ada seekor burung di dalamnya? Tentu burung itu akan terbang. Namun burung yang ada di genggamannya tidak terbang menjauh. Kenapa? Karena burung itu mengerti bahwa di hadapan Rasulullah keadilan dan keselamatannya terjamin.

Burung itu mengadu kepada Rasulullah s.a.w. bahwa Sahabat r.a itu telah menangkap anaknya sehingga ia merasa sedih. Dan Rasululah s.a.w memberitahu Sahabat itu untuk mengembalikan ibu dan anak burung itu kembali ke tempat asalnya.

Ada kejadian lainnya. Ketika Rasulullah s.a.w berhaji, beliau mengurbankan 63 unta, dan ini adalah pertanda atas umur Rasulullah s.a.w (63 tahun). Kemudian untanya dibeli 5 ekor demi 5 ekor. Periwayat hadist ini berkata “Aku bersumpah demi Allah, seakan-akan unta itu saling berlomba-lomba untuk dikurbankan di tangan Rasulullah s.a.w.” Bahkan binatang-binatang pun mengerti kebaikan Rasulullah s.a.w.

Ketika Rasulullah s.aw. datang ke Madinah, dia berkhutbah tiap Jumat dengan bersandar pada batang pohon. Kemudian seorang wanita datang kepadanya dan berkata “Aku punya seorang budak yang merupakan tukang kayu. Jika kau mau, aku bisa memintanya untuk membuatkan sebuah mimbar untukmu.” Dan Rasulullah pun setuju. Kemudian dia datang minggu berikutnya dan menaiki mimbarnya. Dan riwayat ini tawatur (dapat diterima), artinya banyak Sahabat yang berkumpul disana, dan mereka meriwayatkannya. Ketika Rasulullah menaiki mimbarnya, dalam sebagian riwayat dikatakan bahwa batang pohon itu mulai gemetar bagaikan ingin meledak. Riwayat lainnya menyebutkan bahwa batangnya seperti unta betina yang anaknya telah direnggut darinya. Riwayat lain menyebutkan ia seperti anak kecil yang kehilangan orangtuanya. Riwayat lainnya menyebutkan bahwa ia menangis dan berteriak seperti seorang ibu unta ketika melahirkan.
Dan Rasulullah s.a.w turun dari mimbarnya untuk memeluk batang pohon itu. Kemudian berhentilah tangisan batang pohon itu perlahan-lahan.

Kelak batang pohon itu akan menjadi pohon di surga dimana para aulia dan orang-orang shaleh makan dari buahnya. Dan Hassan al-Basri r.h berkata “Jika ini adalah cinta dari sebuah pohon kepada Rasulullah s.a.w, maka bagaimana seharusnya cinta orang-orang beriman kepada Rasulullah s.a.w?” Sekarang saya bertanya kepada kita semua: Bagaimana cinta yang kita miliki kepada Rasulullah? Dan inilah mengapa ketika Rasulullah s.a.w meninggal dunia, Umar r.a seringkali menangis dan berkata “Bukankah sebuah pohon menangis karena kepergian Rasulullah s.a.w? Bukankah aku boleh menangis sebagai seorang beriman?” Semoga kita dapat mencintai Rasulullah s.a.w melebihi cinta terhadap diri sendiri dan orangtua kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Musailamah Al-Kadzdzab dan Bani Hanifah

Mengenal Musailamah Dia adalah Musailamah bin Tsumamah bin Kabir bin Hubaib Al-Hanafi Abu Syamah. Dia adalah seorang yang mengaku...

Kehidupan Umar dan Masanya

Sesungguhnya pembicaraan tentang kehidupan Umar dan masanya lebih luas untuk dikaji dalam satu disertasi, terlebih dalam sub kajian dalam pasal pengantar seperti...

Keislaman Abu Bakar Ash-Shiddiq, Dakwahnya, Ujian yang Dialaminya dan Hijrahnya yang Pertama

Keislaman Abu Bakar ash-Shiddiq Keislaman Abu Bakar ash-Shiddiq adalah hasil dari sebuah perjalanan imaniyah yang panjang dalam usaha mencari...

Artikel Terkait

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...

Riba

Dosa yang Istimewa Dosa itu bernama riba. Mengenai haramnya riba ini, Allah SWT menyatakannya sendiri di dalam al-Qur’an surah al-Baqarah...