Indonesia Statistics

Indonesia
70,736
Confirmed
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
32,651
Recovered
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
3,417
Deaths
Updated on 10/07/2020 1:43 pm

Indonesia Statistics

Indonesia
70,736
Confirmed
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
32,651
Recovered
Updated on 10/07/2020 1:43 pm
Indonesia
3,417
Deaths
Updated on 10/07/2020 1:43 pm

Dikala Nabi Muhammad Beristighfar

Apakah Al-Qur’an Melarang Penggunaan Senjata Nuklir? Dr. Zakir Naik Menjawab

Pada saat Dr. Zakir Naik berceramah di Jepang tanggal 8 November 2015 yang lalu, ada sebuah pertanyaan unik yang diajukan oleh seorang guru asal...

Tanggapan Dr. Zakir Naik Mengenai ISIS

Dalam sebuah sesi tanya-jawab ketika Dr. Zakir Naik berada di Tokyo, Jepang, ada sebuah pertanyaan menarik yang diajukan oleh seorang pemuda asal Jepang bernama...

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Charles Darwin dan Teori Evolusi

Seorang mahasiswa Jepang bernama Takuya Nishikawa, berumur 20 tahun, dan berasal dari Tokyo, bertanya kepada Dr. Zakir Naik tentang apakah manusia benar-benar berevolusi dari...

Dr. Zakir Naik Mendapat 2 Pertanyaan dari Pria Mualaf

Seorang pria muallaf yang baru saja masuk Islam bertanya kepada Dr. Zakir Naik ketika beliau berceramah di Tokyo pada tanggal 7 Oktober 2015. Pria...

Dr. Zakir Naik Menjelaskan Cara Agar Umat Manusia Hidup Harmonis

Pada ceramah Dr. Zakir Naik di Tokyo Jepang tanggal 8 Oktober 2015, saat sesi tanya-jawab, ada seorang pengusaha Korea yang baru mengetahui tentang Islam....

Ada suatu hal yang tidak pernah bisa dipisahkan antara Nabi Muhammad shalallahu ‘alahi wassalam dengan tersambungnya hati beliau dengan Allah. Hal ini beliau lakukan melalui dzikir. Beliau shalallahu ‘alaihi wassalam adalah seorang nabi yang tidak pernah membuat waktu terbuang begitu saja tanpa mengingat Allah, memuji, bersyukur, dan memohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Padahal kita tahu bahwa beliau sudah diampuni segala dosa dan kesalahannya oleh allah subhanahu wa ta’ala. Bahkan beliau dijanjikan akan mendapatkan derajat yang tertinggi di surga kelak. Namun tetap saja Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam selalu menjadi hamba yang senantiasa memohon ampunan kepada Rabb-Nya. Beliau adalah contoh keteladanan dengan akhlaq yang terpuji, yang senantiasa mensyukuri nikmat dan karunia dari Allah yang diberikan kepadanya dan keluarganya. Beliau adalah seorang rasul yang tahu bagaimana caranya menghargai waktu dan senantiasa mengisinya dengan ibadah-ibadah baik itu dengan dzikir, shalat, puasa, bersedekah, dan lain-lain.

Bahkan dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah senantiasa bangun di malam hari untuk melaksanakan shalat qiyamul lail, sampai-sampai kaki beliau bengkak karena beliau berdiri begitu lama dalam shalatnya. Dalam shalatnya, beliau seringkali menangis karena hatinya bergetar mengingat Allah. Beliau menyadari posisinya sebagai seorang hamba Allah dan menyadari bahwa ada tanggung jawab yang harus dipikul sebagai seorang nabi. Seringkali Rasulullah berduka karena memikirkan keadaan kaumnya dan umatnya. Rasulullah ingin agar umat manusia berada di jalan yang lurus, yaitu berada dalam agama Islam yang telah diridhai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Karena itulah seringkali beliau bermunajat kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar umat manusia patuh kepada perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Aisyah radiyallahu ‘anha pernah berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam selalu mengingat dan menyebut nama Allah di setiap waktu.” (H.R. Muslim)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radiyallahu ‘anhu bahwasanya, “Kami menghitung istighfar Rasulullah dalam satu majelis adalah sebanyak seratus kali. Belliau selalu beristighfar, “Tuhanku ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang.” (H.R. Abu Daud)

Dikatakan oleh Abu Hurairah, “Aku pernah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alahi wassala bersabda, “Demi Allah, aku mohon ampun dan bertaubat lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” (H.R. Bukhari)

Ummu Salamah meriwayatkan betapa seringnya Rasulullah berdo’a ketika bersamanya. Do’a beliau adalah sebagai berikut, “Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati. Tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.” (H.R. Tirmidzi)

Masya Allah. Begitu mengangumkannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Bayangkan dan renungkanlah! Seorang nabi paling mulia, manusia paling sempurna di muka bumi ini, dimana dirinya sudah dijamin masuk surga oleh Allah subhanahu wa ta’ala, namun beliau tetap senantiasa beristighfar kepada Allah. Lalu bagaimana dengan kita? Seberapa seringkah kita beristighfar kepada Allah? Semoga kita juga bisa meneladani dan mencontoh apa yang beliau lakukan, yaitu senantiasa beristighfar kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Referensi: Abdul Malik Ibnu M. al-Qasim (2000). Sehari di Rumah Rasulullah. Jakarta: Gema Insani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Jihad Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk Membungkam Gerakan Kemurtadan

Definisi Murtad Secara Terminologi dan Beberapa Ayat yang Melarang dan Memperingatkan Terhadap Perbuatan Murtad Pengertian murtad secara terminologi

Kehidupan Umar dan Masanya

Sesungguhnya pembicaraan tentang kehidupan Umar dan masanya lebih luas untuk dikaji dalam satu disertasi, terlebih dalam sub kajian dalam pasal pengantar seperti...

Abu Bakar Ash-Shiddiq di Tengah Masyarakat Madinah, Beberapa Sifat dan Keutamaannya

Kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam masyarakat Madinah penuh dengan nilai-nilai yang bisa menjadi pelajaran, ibrah, dan keteladanan. Kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq di...

Artikel Terkait

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...

Riba

Dosa yang Istimewa Dosa itu bernama riba. Mengenai haramnya riba ini, Allah SWT menyatakannya sendiri di dalam al-Qur’an surah al-Baqarah...