Indonesia Statistics

Indonesia
70,736
Confirmed
Updated on 10/07/2020 11:42 am
Indonesia
32,651
Recovered
Updated on 10/07/2020 11:42 am
Indonesia
3,417
Deaths
Updated on 10/07/2020 11:42 am

Indonesia Statistics

Indonesia
70,736
Confirmed
Updated on 10/07/2020 11:42 am
Indonesia
32,651
Recovered
Updated on 10/07/2020 11:42 am
Indonesia
3,417
Deaths
Updated on 10/07/2020 11:42 am

Kisah Ketulusan Seorang Suami Kepada Istrinya

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Konfusianisme

Seorang pemuda Korea yang bekerja pada biro perjalanan bertanya kepada Dr. Zakir Naik. Nama pemuda Korea itu adalah Kim. Sebagai seorang penganut Konfusianisme, dia...

Dr. Zakir Naik Mendapat 2 Pertanyaan dari Pria Mualaf

Seorang pria muallaf yang baru saja masuk Islam bertanya kepada Dr. Zakir Naik ketika beliau berceramah di Tokyo pada tanggal 7 Oktober 2015. Pria...

Dr. Zakir Naik Menjelaskan Cara Agar Umat Manusia Hidup Harmonis

Pada ceramah Dr. Zakir Naik di Tokyo Jepang tanggal 8 Oktober 2015, saat sesi tanya-jawab, ada seorang pengusaha Korea yang baru mengetahui tentang Islam....

Apakah Al-Qur’an Melarang Penggunaan Senjata Nuklir? Dr. Zakir Naik Menjawab

Pada saat Dr. Zakir Naik berceramah di Jepang tanggal 8 November 2015 yang lalu, ada sebuah pertanyaan unik yang diajukan oleh seorang guru asal...

Kenapa Allah Tidak Membuat Semua Manusia Menjadi Muslim? Dr. Zakir Naik Menjawab

Melanjutkan pertanyaan Yoko kepada Dr. Zakir Naik yang telah ditulis pada artikel sebelumnya (baca: Apakah Perjalanan Isra' Mi'raj Adalah Kisah Bohong?), wanita Jepang ateis...

Empat tahun sudah keduanya menikah. Namun pasangan suami istri itu belum juga dikaruniai buah hati. Mulanya mereka tidak merasa ada masalah. Namun saat terdengar bisik-bisik tetangga, sang istri mulai resah. “Kok belum punya anak ya mereka. Yang punya masalah suami atau istri?” kalimat-kalimat itu sampai juga di telinga mereka.

Akhirnya suami istri itu pergi ke dokter. “Mohon bersabar pak,” kata dokter kepada pria itu sambil menyerahkan hasil lab. “Istri anda mandul dan agaknya tidak ada harapan untuk bisa hamil.”

“Kalau begitu, jangan sampaikan ini kepadanya Dok”

“Maksud Anda?”
“Saya khawatir itu akan melukai perasaannya. Dokter katakan saja kalau saya yang mandul”
“Tidak bisa begitu. Anda kan tidak ada masalah”
Cukup lama mereka berbincang, hingga pria tersebut berhasil meyakinkan dokter untuk mengatakan sesuai keinginannya.

Entah bagaimana ceritanya, tetangga-tetangga yang dulu bertanya siapa diantara suami istri itu yang bermasalah akhirnya mendengar bahwa pria itu mandul. Kabar itu juga sampai kepada kerabat mereka. Kasak kusuk pun semakin kencang. Meski demikian, rumah tangga keduanya masih bertahan. Hingga suatu hari, lima tahun setelah hasil lab itu, wanita itu tak dapat lagi bersabar.

“Sembilan tahun sudah kita berkeluarga, dan selama itu aku dapat bersabar. Sampai-sampai para tetangga kasihan melihatku dan mengatakan ‘kasihan yang wanita shalihah itu. Ia telah bersabar hidup bertahun-tahun dengan suaminya yang mandul.’ Terus terang, aku ingin menggendong anak, mengasuh dan membesarkannya. Kini aku tak dapat lagi memperpanjang kesabaranku. Tolong ceraikan aku agar aku bisa menikah dengan laki-laki lain dan mendapat anak darinya,” kata wanita itu kepada suaminya.

Sang suami dengan sabar mendengar tuntutan itu sambil menasehatinya. “Ini ujian dari Allah sayang… Kita perlu bersabar…”

Mendengar nasihat tersebut, emosi istri sedikit mereda. “Baiklah, aku akan bersabar. Tapi hanya satu tahun. Jika berlalu masa itu dan kau tidak juga memberiku keturunan, ceraikan saja aku.”

Selang beberapa hari, tiba-tiba wanita itu jatuh sakit. Hasil lab menunjukkan, ia mengalami gagal ginjal. “Ini semua gara-gara kamu,” kata wanita itu kepada suaminya yang saat itu menungguinya di rumah sakit, “Aku terus menahan sabar karenamu. Inilah akibatnya. Sudah tidak punya anak, kini aku kehilangan ginjalku.”

“Apa? Kau akan pergi ke luar negeri?” kata wanita itu dengan nada tinggi, esok harinya ketika sang suami berpamitan kepadanya. Entah bagaimana perasaannya, ia yang kini bad rest di rumah sakit harus berjuang sendiri tanpa suami.
“Ini tugas dinas, Sayang. Dan sekaligus aku akan mencari pendonor ginjal buatmu”

Beberapa hari kemudian, wanita itu mendapatkan kabar gembira bahwa telah ada seseorang yang mau mendonorkan ginjalnya. Tetapi dokter merahasiakan namanya.

“Orang itu sungguh baik, Dokter. Ia mendonorkan ginjalnya untukku tanpa mau diketahui namanya. Sementara suamiku sendiri, ia justru pergi ke luar negeri, meninggalkanku sendiri,” mata dokter yang mendengar komentar itu berkaca-kaca. Ia tahu persis siapa yang mendonorkan ginjal untuk wanita itu.

Dengan izin Allah, operasi berhasil dengan baik. Wanita itu sembuh. Dan yang lebih menakjubkan, tak lama kemudian ia hamil, lalu melahirkan seorang bayi yang lucu. Ucapan selamat datang dari kerabat dan tetangga. Kini bisik-bisik itu telah selesai. Dan kehidupan rumah tangga keduanya pun normal kembali.

Kini sang suami telah menjadi seorang panitera di pengadilan Jeddah, setelah menyelesaikan pendidikan S2 dan S3-nya. Ia juga telah hafal Qur’an dengan mendapatkan sanad riwayat Hafs dari ‘Ashim.

Suatu hari saat sang suami dinas luar, tak sengaja wanita itu menemukan buku harian suaminya di atas meja. Mungkin karena terburu-buru, sang suami itu lupa menyimpannya seperti biasa.

Betapa terkejutnya wanita itu membaca halaman demi halaman episode rumah tangga yang selama ini tak diketahuinya. Bahwa ternyata yang mandul adalah dirinya. Bahwa pendonor ginjal itu adalah suaminya sendiri. Ia pun menangis sejadi-jadinya. Hampir pingsan ia menyadari kekeliruannya selama ini. Ia yang tak tahan dan ingin minta cerai, padahal suaminya lah manusia paling sabar yang ia temui. Ia kesal dengan suaminya yang pergi saat ia operasi, padahal suaminya terbaring lemah saat itu demi menghibahkan satu ginjal untuknya.

Ketika sang suami pulang, wanita itu tak mampu memandang wajahnya. Ia tertunduk malu. Hampir seratus hari lamanya, ia terus begitu. Malu di depan pria yang paling dicintainya dan paling berjasa dalam hidupnya.

Sumber: keluargacinta.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Meninggalnya Rasulullah dan Sikap Saqifah Bani Sa’idah

Meninggalnya Rasulullah Sesungguhnya ruh yang suci, bersih, dan jernih mampu menangkap sebagian hal yang tersembunyi di balik tirai ghaib dengan...

Musailamah Al-Kadzdzab dan Bani Hanifah

Mengenal Musailamah Dia adalah Musailamah bin Tsumamah bin Kabir bin Hubaib Al-Hanafi Abu Syamah. Dia adalah seorang yang mengaku...

Hijrah Abu Bakar Ash-Shiddiq ke Madinah Bersama Rasulullah

Kaum kafir Quraisy begitu keras dalam melancarkan teror, intimidasi, dan penindasan terhadap kaum muslimin. Maka, di antara mereka ada yang hijrah ke tanah Habasyah...

Artikel Terkait

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...

Riba

Dosa yang Istimewa Dosa itu bernama riba. Mengenai haramnya riba ini, Allah SWT menyatakannya sendiri di dalam al-Qur’an surah al-Baqarah...