Indonesia Statistics

Indonesia
75,699
Confirmed
Updated on 12/07/2020 10:59 pm
Indonesia
35,638
Recovered
Updated on 12/07/2020 10:59 pm
Indonesia
3,606
Deaths
Updated on 12/07/2020 10:59 pm

Indonesia Statistics

Indonesia
75,699
Confirmed
Updated on 12/07/2020 10:59 pm
Indonesia
35,638
Recovered
Updated on 12/07/2020 10:59 pm
Indonesia
3,606
Deaths
Updated on 12/07/2020 10:59 pm

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Konfusianisme

Dr. Zakir Naik Menjelaskan Cara Agar Umat Manusia Hidup Harmonis

Pada ceramah Dr. Zakir Naik di Tokyo Jepang tanggal 8 Oktober 2015, saat sesi tanya-jawab, ada seorang pengusaha Korea yang baru mengetahui tentang Islam....

Apakah Al-Qur’an Melarang Penggunaan Senjata Nuklir? Dr. Zakir Naik Menjawab

Pada saat Dr. Zakir Naik berceramah di Jepang tanggal 8 November 2015 yang lalu, ada sebuah pertanyaan unik yang diajukan oleh seorang guru asal...

Dr. Zakir Naik Jelaskan Mengapa Daging Babi Haram Pada Dokter Jepang

Seorang gadis asal Jepang bernama Mamoko Suzuki yang berprofesi sebagai dokter bertanya kepada Dr. Zakir Naik mengenai alasan dibalik pengharaman daging babi dan meminta...

Tanggapan Dr. Zakir Naik Mengenai ISIS

Dalam sebuah sesi tanya-jawab ketika Dr. Zakir Naik berada di Tokyo, Jepang, ada sebuah pertanyaan menarik yang diajukan oleh seorang pemuda asal Jepang bernama...

Kenapa Allah Tidak Membuat Semua Manusia Menjadi Muslim? Dr. Zakir Naik Menjawab

Melanjutkan pertanyaan Yoko kepada Dr. Zakir Naik yang telah ditulis pada artikel sebelumnya (baca: Apakah Perjalanan Isra' Mi'raj Adalah Kisah Bohong?), wanita Jepang ateis...

Seorang pemuda Korea yang bekerja pada biro perjalanan bertanya kepada Dr. Zakir Naik. Nama pemuda Korea itu adalah Kim. Sebagai seorang penganut Konfusianisme, dia mempercayai bahwa ajaran-ajaran dalam Konfusianisme adalah ajaran yang baik. Kim berpendapat bahwa Konfusianisme mengajarkan cinta kasih kepada sesama. Karenanya Kim ingin tahu bagaimana pandangan Islam terhadap Konfusianisme.

Kim: Dr. Zakir, merupakan suatu kehormatan untuk bisa berbicara denganmu. Senang bertemu denganmu. Namaku Kim. Aku bekerja di biro perjalanan Majestic Travel. Namaku memang seperti orang Korea karena aku lahir di Korea. Aku sebenarnya orang Korea namun pindah ke Jepang.

Aku sebagai orang Korea, termasuk orang-orang Asia Timur lainnya kebanyakan menganut Konfusianisme atau Buddhisme. Aku ingin berfokus pada Konfusianisme. Konfusianisme adalah sebuah jalan hidup. Di dalamnya diajarkan untuk menghormati orangtua, peduli pada yang masih muda dan anak-anak, bagaimana kita harus menghormati sesama, dan sebagainya. Jadi kesimpulannya ini adalah jalan hidup yang benar.

Tapi sepanjang yang kutahu, dalam Konfusianisme tidak dijelaskan tentang konsep ketuhanan. Sedangkan kutahu bahwa Islam dan Kekristenan mempunyai konsep ketuhanan.

Jadi aku ingin tahu pendapatmu, bagaimana pandangan Islam terhadap kepercayaan (filosofi) yang tidak mempunyai konsep ketuhanan? Terima kasih.

Dr. Zakir: Saudara ini mengajukan pertanyaan yang sangat bagus. Dia adalah orang Korea yang tinggal di Jepang, dan dia mempercayai Konfusianisme. Dia juga berkata bahwa Konfusianisme lebih merupakan sistem etika. Ini dikarenakan di dalam Konfusianisme tidak terdapat konsep ketuhanan seperti dalam Islam, Keristenan, atau Hinduisme. Karena lebih mengarah kepada sistem etika yang mengatur bagaimana manusia harus berperilaku dalam hidupnya, karenanya Konfusianisme tidak dianggap sebagai agama oleh para pakar kebudayaan. Ini karena agama secara definisi berarti “kepercayaan pada Tuhan” sedangkan Konfusianisme tidak percaya adanya Tuhan. Konfusianisme lebih tepat disebut sebagai sistem etika dan bukan sebuah agama.

Dan apa yang kau sebutkan tadi bahwa Konfusianisme mengajarkan agar kau berperilaku baik, mencintai orang lain, menghormati orangtua, dan sebagainya, semua ini juga diajarkan dalam Islam. Allah berfirman dalam Quran di surat Isra’[17]: 23-24,

“Jangan menyembah selain Allah dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu. Jika salah seorang atau kedua-duanya sampai berumur lanjut, janganlah kamu berkata “ah” pada mereka, jangan membentak mereka dan ucapkan pada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkan dirimu pada mereka dengan penuh kasih sayang dan berdo’alah “Tuhanku, kasihilah mereka, sebagaimana mereka telah mendidik aku sewaktu kecil.” (Qs. Isra’[17]: 23-24)

Jadi dalam Islam kau harus menghormati orangtua. Jika salah seorang atau keduanya telah mencapai usia lanjut, kau dilarang berkata “ah” pada mereka. Kau tidak bisa menitipkan mereka ke panti jompo seperti yang sering dilakukan oleh banyak orang. Jadi banyak aturan-aturan etika dalam Konfusianisme yang sesuai dengan ajaran Islam.

Dan saudara, tadi aku sudah berceramah untuk membuktikan keberadaan Tuhan. Apa kau mendengar ceramahnya?

Kim: Sejujurnya ceramahmu sulit untuk kupahami.

Dr. Zakir: Sulit untuk kau pahami? Aku tahu bahwa bicaraku cepat. Ini kulakukan untuk menghemat waktu. Dalam ceramahku tadi, aku membuktikan tentang keberadaan Tuhan. Jadi siapapun yang percaya pada logika dan sains harus percaya bahwa Tuhan itu ada. Jadi apapun yang kau tangkap dari ceramahku, entah kau memahami seperempatnya, setengahnya, atau berapapun, aku ingin bertanya padamu, apakah kau percaya akan adanya Tuhan atau tidak?

Kim: Pak, sejujurnya aku kagum pada ceramahmu. Kau telah menjelaskan tentang penemuan-penemuan sains di zaman modern, dan bagaimana penemuan-penemuan itu telah dijelaskan dalam Quran pada 1.400 tahun yang lalu.

Dr. Zakir: Sekarang setelah kau mengetahui faktanya dan mengaguminya, apa kau menerimanya atau tidak? Jika kau kagum dan merasa yakin, kau harus mengikutinya. Karena Quran telah menjelaskan begitu banyak fakta sains yang baru kita ketahui sekitar 50 – 300 tahun lalu, apa kau setuju bahwa Quran adalah firman Tuhan? Apa kau setuju bahwa kitab ini berasal dari Sang Pencipta?

Kim: Aku ingin mempelajarinya lebih lanjut dahulu.

Dr. Zakir: Jadi aku memintamu untuk membaca terjemahan Quran.  Dan kau juga telah mendengar ceramahku, insya Allah kau akan yakin tentang keberadaan Tuhan.

Berbuat baik dalam hidup itu bagus. Tapi bayangkan misalnya kau punya karyawan yang sangat baik kepada karyawan lainnya, tapi dia tidak menghormatimu, tidak mematuhimu, dan tidak berterima kasih padamu. Dia sangat baik kepada teman-temannya dan orang-orang di sekelilingnya dan bekerja di perusahaanmu. Kau bosnya, tapi dia tidak berterima kasih padamu dan tidak menghormatimu. Mana yang lebih penting? Apakah lebih penting jika dia menghormatimu atau orang lain? Jika kau yang membayar gajinya, harusnya dia mematuhimu atau tidak?

Kim: Ya, aku tidak akan senang jika dia tidak menghormatiku.

Dr. Zakir: Benar. Begitu juga Tuhan tidak senang jika kau tidak patuh pada-Nya. Dia tidak senang jika kau tidak bersyukur pada-Nya. Kau harus bersyukur pada-Nya, harus mematuhi-Nya, dan tidak menyembah siapapun selain-Nya.

Jadi aku memintamu untuk membaca terjemahan Quran dan insya Allah aku berdo’a pada Tuhan untuk memberimu hidayah sehingga kau berada di jalan yang lurus selain menghargai nilai-nilai kemanusiaan yang baik. Sejatinya, nilai kemanusiaan yang terbaik adalah dengan bersyukur pada Pencipta kita. Jika kau tidak bersyukur kepada Pencipta, hanya baik pada sesama manusia, maka apa gunanya? Orang lain mungkin menolongmu dan berbaik hati padamu, tapi mereka tidak selalu begitu di setiap kesempatan. Kadangkala mereka mengecewakanmu dan menyakitimu. Di sisi lain, Tuhanlah yang memberimu kehidupan, memberimu udara untuk bernapas, memberimu makanan, minuman, harta, dan segalanya, jadi merupakan kewajiban kita untuk menyembahnya sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Quran di surat Dzaariyat[50]: 56,

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku.” (Qs. Adz-Dzaariyat[50]: 56)

Jadi kewajiban utama kita adalah menyembah Pencipta kita dan tidak menyekutukan-Nya.

Semoga itu menjawab pertanyaanmu. Terima kasih saudara

Kim: Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Keislaman Abu Bakar Ash-Shiddiq, Dakwahnya, Ujian yang Dialaminya dan Hijrahnya yang Pertama

Keislaman Abu Bakar ash-Shiddiq Keislaman Abu Bakar ash-Shiddiq adalah hasil dari sebuah perjalanan imaniyah yang panjang dalam usaha mencari...

Pasukan Usamah

Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq Merealisasikan Rencana Pengiriman Misi Militer yang Dipimpin Oleh Usamah Negara Romawi adalah salah satu dari dua...

Abu Bakar Ash-Shiddiq di Tengah Masyarakat Madinah, Beberapa Sifat dan Keutamaannya

Kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam masyarakat Madinah penuh dengan nilai-nilai yang bisa menjadi pelajaran, ibrah, dan keteladanan. Kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq di...

Artikel Terkait

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...

Riba

Dosa yang Istimewa Dosa itu bernama riba. Mengenai haramnya riba ini, Allah SWT menyatakannya sendiri di dalam al-Qur’an surah al-Baqarah...