Indonesia Statistics

Indonesia
75,699
Confirmed
Updated on 12/07/2020 11:59 pm
Indonesia
35,638
Recovered
Updated on 12/07/2020 11:59 pm
Indonesia
3,606
Deaths
Updated on 12/07/2020 11:59 pm

Indonesia Statistics

Indonesia
75,699
Confirmed
Updated on 12/07/2020 11:59 pm
Indonesia
35,638
Recovered
Updated on 12/07/2020 11:59 pm
Indonesia
3,606
Deaths
Updated on 12/07/2020 11:59 pm

Pelan-pelan dalam Berdakwah

Dr. Zakir Naik Menjawab Pertanyaan Cerdas Pemuda Ateis

Siapa yang tidak kenal dengan Dr. Zakir Naik? Ulama perbandingan agama asal India ini lagi-lagi memukau penonton dengan pengetahuannya yang luar biasa tentang ilmu sains....

Apakah Kisah Isra’ Mi’raj Hanya Dongeng Belaka? Dr. Zakir Naik Menjawab

Pada ceramah Dr. Zakir Naik di Tokyo pada bulan Oktober 2015, seorang wanita Jepang ateis bernama Yoko dengan berani mengatakan bahwa Nabi Muhammad shalallahu...

Dr. Zakir Naik Menjelaskan Cara Agar Umat Manusia Hidup Harmonis

Pada ceramah Dr. Zakir Naik di Tokyo Jepang tanggal 8 Oktober 2015, saat sesi tanya-jawab, ada seorang pengusaha Korea yang baru mengetahui tentang Islam....

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Konfusianisme

Seorang pemuda Korea yang bekerja pada biro perjalanan bertanya kepada Dr. Zakir Naik. Nama pemuda Korea itu adalah Kim. Sebagai seorang penganut Konfusianisme, dia...

Kenapa Allah Tidak Membuat Semua Manusia Menjadi Muslim? Dr. Zakir Naik Menjawab

Melanjutkan pertanyaan Yoko kepada Dr. Zakir Naik yang telah ditulis pada artikel sebelumnya (baca: Apakah Perjalanan Isra' Mi'raj Adalah Kisah Bohong?), wanita Jepang ateis...

Tugas seorang da’i adalah berceramah kepada orang-orang yang paling jauh dari Islam. Tugas da’i adalah mencoba untuk menasihati orang yang bahkan tidak mau ke masjid sama sekali. Itulah orang-orang yang paling utama dijangkau oleh da’i. Karena mungkin orang itu hampir ingin keluar dari Islam. Mungkin dalam hati mereka sudah terbersit “Aku tidak yakin apakah aku ingin menjadi Muslim. Sepertinya lebih baik jika aku keluar dari Islam.” Dan kepada orang-orang seperti itu, jika saya memintanya untuk bersedekah dalam jumlah yang besar, apa yang akan mereka katakan? “Aku bahkan tidak mau bersedekah 1/100 dari kekayaanku! Lupakan saja, aku mau keluar dari Islam!” Orang itu langsung berpikir bahwa Islam terlalu banyak tuntutan. Dan tugas kita sebagai da’i telah gagal. Kita justru mempercepatnya untuk keluar dari Islam dengan memberikan tuntutan yang sangat berat.
Lalu apa yang harus kita lakukan pada orang-orang yang keimanannya rendah seperti itu? Kita harus mengerti bahwa masing-masing orang punya tingkat keimanan yang berbeda, jadi kita harus pelan-pelan. Kita harus membicarakan tentang yang dasar dulu. Lakukan secara pelan-pelan dan bertahap.

Anda tahu di masjid-masjid sering ada kajian Islam rutin. Dan ada sebagian orang yang datang, mereka duduk bersama sang imam dan belajar rutin setiap minggunya. Dan seiring ilmu mereka bertambah, maka sang imam mengharapkan ibadah dan tanggung jawab mereka juga bertambah. Sang imam membuat standar yang lebih tinggi kepada murid-muridnya karena dia ingin agar mereka naik derajatnya.

Misalnya sebagian dari kita tidak tahu banyak tentang Islam 4 tahun yang lalu. Tapi seiring kita mulai belajar bahasa Arab, mulai menghadiri seminar dan kelas-kelas Islam, mulai mendengarkan ceramah demi ceramah, mulai membaca artikel-artikel Islam. Pada akhirnya kita mulai berkhutbah di komunitas kita. Ini berarti sekarang kita lebih banyak tahu daripada 4 tahun yang lalu. Lalu apa yang terjadi? Seiring kita tahu lebih banyak, kita menyadari bahwa tanggung jawab kita bertambah, ibadah yang harus kita lakukan juga seharusnya bertambah. Tapi seiring kita sadar bahwa lebih banyak yang diharapkan dari kita, kemudian kita berpaling kepada orang lain dan berpikir bahwa lebih banyak yang diharapkan dari mereka juga. Ini tidak benar. Lebih banyak yang diharapkan dari kita, tapi kita tidak bisa menempatkan beban kita pada mereka.

Tidak ada seorang pun yang menanggung beban lebih besar melebihi Rasulullah s.a.w. Beban yang ditanggung Rasulullah s.a.w selama 23 tahun masa kenabiannya sangat berat. Dia diusir dari kotanya, sahabat-sahabatnya disiksa, dia berdarah-darah demi memperjuangkan Islam. Dan tidak ada seorang pun dalam sejarah manusia yang pernah menanggung beban seberat Rasulullah s.a.w. Meski begitu, ketika dia mengutus seorang Sahabat pada sebuah misi untuk menyebarkan Islam, dia memberitahunya “Berilah kemudahan dan jangan dipersulit. Pelan-pelanlah dalam berdakwah kepada orang lain.” Subhanallah! Dia tidak langsung mengharapkan semua orang untuk langsung tunduk kepada Allah dengan ibadah yang sempurna. Tidak, Rasulullah mengajarkan Islam secara perlahan-lahan.

Jadi ketika teman kita belum mau shalat, jangan langsung disuruh shalat Tahajjud. Ajarkan untuk shalat 5 waktu dahulu. Apabila shalatnya masih bolong-bolong, tidak apa-apa, setidaknya sudah ada kemajuan dari yang tadinya belum mau shalat, jadi mau shalat . Terus ajarkan secara pelan-pelan. Apabila sekarang sudah berhasil shalat 5 waktu, barulah ajak shalat berjama’ah ke masjid. Setelah berhasil shalat berjama’ah di masjid, ajarkan shalat rawatib. Setelah berhasil shalat rawatib, barulah naik tingkat lagi dengan shalat Tahajjud, dan begitu seterusnya.

Demikianlah artikel ini. Semoga kita bisa lebih bersabar ketika mengenalkan Islam kepada orang-orang yang tingkat keimanannya masih rendah. Semoga Allah memudahkan kita dalam berdakwah. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Abu Bakar Ash-Shiddiq di Tengah Masyarakat Madinah, Beberapa Sifat dan Keutamaannya

Kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam masyarakat Madinah penuh dengan nilai-nilai yang bisa menjadi pelajaran, ibrah, dan keteladanan. Kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq di...

Baiat Umum dan Pengelolaan Urusan-urusan dalam Negeri

Baiat Umum Setelah pembaiatan terbatas kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq di Saqifah Bani Sa’idah, maka pada hari berikutnya Umar bin Al-Khathab...

Artikel Terkait

Rezeki

Kewajiban Mencari Harta Halal Setiap orang tentu ingin kehidupan di dunia berjalan normal. Setidaknya ia bisa memenuhi kebutuhan dasarnya...

Bekerja

Mulia dengan Bekerja Dalam sebuah Hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah...

Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Pentingnya Sinergi Bank Syariah, Zakat, dan Wakaf Islam menjelaskan tentang instrumen-instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah sosial. Kemiskinan dan keterbelakangan...